Respons Nasabah soal Laporan Kecurangan Jiwasraya ke Kejagung

CNN Indonesia | Jumat, 15/11/2019 12:48 WIB
Respons Nasabah soal Laporan Kecurangan Jiwasraya ke Kejagung Ilustrasi logo Asuransi Jiwasraya. (Detikcom/Ari Saputra).
Jakarta, CNN Indonesia -- Nasabah mengaku lega untuk progres penyelesaian dana nyangkut di PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Progres dilakukan oleh Kementerian BUMN yang melaporkan perusahaan asuransi jiwa pelat merah tersebut ke Kejaksaan Agung.

Namun, salah satu nasabah Asuransi Jiwasraya yang mengaku dananya tersangkut di produk bancassurance perusahaan itu mengaku gerak Menteri BUMN Erick Thohir terlampau lambat.

Asuransi Jiwasraya diketahui gagal membayarkan kewajiban pembayaran klaimnya yang jatuh tempo sampai 10 Oktober 2018. Gagal bayar atas bancasssurance yang dijual 7 bank mitra itu diperkirakan mencapai Rp802 miliar.

"Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo dan Menteri BUMN Erick Thohir sepertinya tidak merasa mendesak untuk mengembalikan dana nasabah. Padahal, kami sudah berdarah-darah. Tidak ada langkah nyata. Kalau laporan ke Kejagung memang sudah diproses sejak beberapa bulan lalu," kata nasabah yang enggan menyebut namanya.

Nasabah lainnya kewarganegaraan Korea Selatan, Byeol (bukan nama sebenarnya), mendesak agar Kementerian BUMN lebih mengedepankan penyelesaian masalah dengan mengembalikan dana nasabah secepatnya, ketimbang melakukan pengusutan masalah.

"Ya pasti ada kesalahan lah. Mungkin bukan hanya salah investasi. Buktinya, hasil audit pun tidak pernah dibuka. Kami harapkan daripada mencari-cari sumber masalah, lebih baik bagaimana mengembalikan dana korban. Itu lebih penting," terang dia.

Kemarin, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo menyebut telah melaporkan kasus gagal bayar Asuransi Jiwasraya ke Kejagung dengan dugaan kecurangan (fraud). Disebut curang karena Asuransi Jiwasraya tidak transparan merinci laporan keuangannya, dalam hal ini membuka kondisi aset dan cadangannya.

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan Kejagung sudah mulai melakukan investigasi terkait dugaan curang tersebut di Jiwasraya. Namun, ia tidak menyebut secara pasti pihak-pihak mana saja yang dicurigai melakukan kecurangan.

"Setelah laporan keuangan kami bedah, ternyata ada hal-hal yang dulu tidak dibuka secara transparan, misalnya kondisi aset dan cadangan," ujar Kartika, Kamis (15/11) malam.

Ia menemukan fakta bahwa ada sejumlah aset perusahaan yang diinvestasikan secara tidak hati-hati (prudent). Ditambah, Jiwasraya sempat mengeluarkan produk asuransi yang menawarkan imbal hasil (return) cukup tinggi kepada nasabah.

Hal inilah yang membuat Jiwasraya mengalami tekanan likuiditas beberapa waktu terakhir. Perusahaan pun terpaksa menunda pembayaran klaim kepada nasabahnya.

Pemerintah, sebagai pemegang saham Jiwasraya kini sedang mencari skema untuk memperbaiki keuangan perusahaan. Kartika menyatakan pihaknya sedang berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memetakan strategi yang akan dilakukan.

CNNIndonesia.com telah meminta tanggapan dari Asuransi Jiwasraya melalui Direktur Utama Jiwasraya Hexana Tri Sasongko. Namun, sampai berita diturunkan, belum ada respons terkait permintaan tanggapan tersebut.
[Gambas:Video CNN]


(hns/bir)