EDUKASI KEUANGAN

Siapkan Bantalan Saat Gaji Tak Naik

ara, CNN Indonesia | Sabtu, 16/11/2019 13:21 WIB
Gaji adalah andalan para pekerja untuk memenuhi segala kebutuhan. Namun, bagaimana jika pengeluaran meningkat, sedangkan gaji tak kunjung naik? Ilustrasi. (Istockphoto/Vergani_Fotografia).
Jakarta, CNN Indonesia -- Gaji memang pendapatan andalan para pekerja untuk memenuhi segala kebutuhan. Namun, bergantung pada gaji dan menaruh harap gaji naik setiap tahun juga tidak dianjurkan. Sebab, permasalahan keuangan bisa datang tanpa diundang.

Perencana Keuangan Zielts Consulting Ahmad Gozali mengatakan masyarakat harus memahami prinsip perbandingan penghasilan dengan jumlah pengeluaran berjalan beriringan.

Sederhananya, jika penghasilan tidak naik, maka pengeluaran tidak boleh naik. Namun, apabila pengeluaran naik, penghasilan harus didongkrak naik. Persoalannya, jika Anda hanya memiliki satu sumber penghasilan, yaitu dari gaji, tentu sangat berat memenuhi peningkatan pengeluaran.

Makanya, ia menyarankan agar Anda membuka pintu penghasilan lain agar dapat keluar dari ketergantungan terhadap gaji. "Darimana penghasilan itu? Bisa dari bisnis atau pun investasi," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (16/11).

Siapkan Bantalan Saat Gaji Tak NaikIlustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki).

Namun, patut diingat, investasi di periode awal, bukan lah untuk mengejar imbal hasil, melainkan mengejar pertumbuhan. Soalnya, umumnya investasi baru bisa diandalkan ketika volumenya sudah besar.

Artinya, di periode awal, investasi harus disirami dengan modal terus menerus. Hasilnya sendiri baru bisa dinikmati dalam jangka waktu menengah hingga panjang.

Pilihan lain untuk membuka pintu penghasilan selain gaji adalah berbisnis. Keuntungan dari bisnis lebih cepat diperoleh ketimbang investasi. Namun, persoalannya, berbisnis membutuhkan modal awal yang tidak sedikit. Belum lagi, tenaga, waktu, dan pikiran.

"Intinya, agar jangan hanya mengandalkan dari satu sumber penghasilan saja," imbuh Ahmad.

Lebih lanjut ia menuturkan bahwa dua sumber alternatif penghasilan tersebut di atas diperlukan sebagai bantalan keuangan bila terjadi peningkatan pengeluaran.

Bila Anda memutuskan berinvestasi pun, jangan buru-buru tergiur menikmati hasilnya. "Selama penghasilan sudah jauh di atas pengeluaran konsumtif, biarkan investasi Anda bertumbuh. Kalau pun konsumsi naik, toh persentasenya saja yang berubah," tuturnya.

Namun, bila penghasilan sebagian besar digunakan untuk pengeluaran konsumtif, maka Anda perlu berbisnis. "Kalau tidak memiliki waktu lebih, setidaknya cari dan tanamkan modal pada orang atau rekan yang dipercaya. Ini bisa menjadi solusi," terang Ahmad.

Perencana Keuangan Mitra Rencana Edukasi Andy Nugroho menyebut berhemat juga bisa menjadi salah satu kunci menekan pengeluaran di tengah persoalan gaji yang tak naik.

"Fokuskan pengeluaran pada hal-hal yang sangat penting, dan urgent (mendesak), seperti uang sekolah anak, kebutuhan rutin seperti air dan listrik, biaya transportasi, termasuk tagihan dan pembayaran cicilan jika ada," jelasnya.

Hal-hal lain yang dapat dihemat adalah acara berlibur. Tahan dulu keinginan Anda untuk rehat dari pekerjaan dengan menghabiskan dana untuk liburan. Ingat, gaji tidak naik.

Andy juga menyarankan mencari penghasilan kecil-kecilan dengan bekerja sampingan. "Dapat menjadi sopir taksi online sebelum atau setelah pulang kerja di kantor demi penghasilan tambahan. Bisa juga dengan menjadi reseller online, atau content creator di media sosial," tandasnya.

Toh, di era globalisasi saat ini, banyak cara atau pilihan yang mudah untuk dapat keluar dari ketergantungan terhadap gaji.
[Gambas:Video CNN]


(bir)