Dua Calon Direksi Bumiputera Tak Lolos Uji Kelayakan OJK

CNN Indonesia | Senin, 18/11/2019 12:11 WIB
Dua Calon Direksi Bumiputera Tak Lolos Uji Kelayakan OJK Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dikabarkan telah menggelar uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap tiga calon direksi AJB Bumiputera 1912 pada pekan lalu. Hasilnya, hanya satu kandidat yang lolos, sementara dua lainnya tidak.

Sumber CNNIndonesia.com mengungkapkan tiga calon direksi berasal dari dalam Bumiputera dan sudah diangkat oleh Badan Perwakilan Anggota Asuransi Jiwa Bersama (BPA) AJB Bumiputera 1912.

Ketiga calon tersebut, yaitu SG Subagyo sebagai Direktur Pemasaran, Agus Sigit Kusnadi sebagai Direktur Keuangan dan Investasi, dan Joko Suwaryo sebagai Direktur Teknik dan Aktuaria.


Dari fit and proper test tersebut, dikabarkan hanya Joko yang lulus. Sementara Subagyo dan Agus tidak lulus tes yang digelar wasit sektor jasa keuangan tersebut.

"Setelah berbulan-bulan bolak balik melengkapi persyaratan, hasilnya November 2019, lulus satu orang, dua orang tidak lulus," ungkap sumber kepada CNNIndonesia.com, Senin (18/11).

CNNIndonesia.com berusaha mengonfirmasi OJK melalui Deputi Komisioner Pengawasan Industri Keuangan Non Bank (IKNB) II OJK Moch Ihsanuddin dan Juru Bicara OJK Sekar Putih Djarot. Sampai berita ini diturunkan, Ihsanuddin belum memberikan respons.

Sementara Sekar hanya menyatakan bahwa fit and proper test dilakukan OJK bila pengajuan dan seluruh persyaratan administrasi calon direksi sudah terpenuhi. Namun, ia enggan memberi konfirmasi apakah sebenarnya fit and proper test itu sudah dilakukan oleh OJK atau belum.

"Fit and proper test dilakukan setelah ada pengajuan dan persyaratan administrasi dipenuhi, adapun hasilnya akan disampaikan kepada lembaga jasa keuangan terkait," ucap Sekar saat dikonfirmasi.

Sementara Komisi XI DPR selaku mitra OJK menyatakan belum mendapat informasi perihal pelaksanaan fit and proper test. Begitu pula dengan hasilnya yang meluluskan satu calon direksi dan menggugurkan dua calon lainnya.

Anggota Komisi XI DPR Ecky Awal Mucharam mengatakan komisi keuangan baru akan menggelar rapat bersama OJK pada hari ini. Dengan begitu, informasi soal fit and proper test dan kelanjutan kinerja bisnis Bumiputera seharusnya baru dilaporkan pada hari ini.

"Hari ini baru rapat dengan OJK. Jadi secara official (resmi) DPR Komisi XI belum diberi laporan atau informasi," katanya.

Senada, Anggota Komisi XI DPR Ramson Siagian menyatakan komunikasi baru akan dilakukan pada hari ini. "Ini baru mau rapat," tuturnya.

Dalam perjalanan Bumiputera, asuransi jiwa tertua di Indonesia itu mengalami permasalahan keuangan dalam beberapa waktu terakhir. Hal tersebut membuat perusahaan berulang kali mendapatkan upaya penyelamatan dengan pergantian direksi dan tata kelola bisnis yang berubah-ubah.

Terakhir kali, Bumiputera dipimpin oleh Sutikno Widodo Syarif yang diangkat melalui Sidang Luar Biasa (SLB) BPA pada Oktober 2018. Namun, SLB BPA kemudian memberhentikannya atas desakan Serikat Pekerja NIBA AJB Bumiputera 1912 dan evaluasi kinerja secara menyeluruh pada Mei 2019.

Sejumlah direksi lain pun turut dicopot dari jabatannya, yaitu Sutikno Sjarif, Yusuf Budi Baik, dan Sri Rahayu. Setelah itu, Bumiputera dipegang kendali Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Dena Chaerudin.

Sayangnya, sampai berita ini diturunkan, Dena belum memberikan tanggapan terkait informasi fit and proper test ini kepada CNNIndonesia.com.

[Gambas:Video CNN] (uli/sfr)