Stafsus Erick Thohir Sebut Holding BUMN Karya Terancam Gagal

CNN Indonesia | Rabu, 20/11/2019 12:12 WIB
Stafsus Erick Thohir Sebut Holding BUMN Karya Terancam Gagal Pembentukan holding BUMN karya terancam batal. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma).
Jakarta, CNN Indonesia -- Staf Khusus Menteri BUMN Arya Mahendra Sinulingga menyatakan pembentukan holding infrastruktur dari para perusahaan pelat merah 'karya' terancam gagal dibentuk. Padahal, persetujuan konsep tinggal menunggu restu Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Saat ini, Kementerian BUMN tengah mengkaji ulang rencana pembentukan perusahaan induk tersebut.

"Soal holding untuk (BUMN) Karya, sepertinya lagi dikaji, kemungkinan kecil untuk Karya di-holding," ungkap Arya dalam pertemuan terbatas di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (20/11). 


Menurut Arya, kementerian di bawah pimpinan Erick Thohir itu melihat beberapa pertimbangan baru yang perlu dikaji sebelum melanjutkan rencana tersebut. Sebagai catatan, pembentukan holding infrastruktur karya di bawah pimpinan menteri sebelumnya, Rini Soemarno, seolah sudah sangat matang.

Arya menambahkan konsep holding sudah mendapat persetujuan Kementerian Keuangan. Bahkan, juga sudah masuk ke Sekretariat Negara dan tinggal menunggu peraturan pemerintah (pp) dari kepala negara.

Berdasarkan rencana, pemerintah akan mendapuk PT Hutama Karya (Persero) sebagai induk para perusahaan karya di bidang infrastruktur. Sementara para anggota holding, yaitu PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Yodya Karya (Persero), dan PT Indra Karya (Persero).

"Ada banyak pertimbangan, nanti akan dicari model bisnis terbaik untuk sinergi para perusahaan Karya ini. Pokoknya sampai sekarang masih kemungkinan kecil," katanya.

Begitu pula dengan holding bidang perumahan, perhubungan, asuransi, keuangan, dan lainnya. Ia menyatakan hampir seluruh rencana pembentukan holding BUMN harus kembali dilihat lebih lanjut oleh kementerian.

"Misalnya nanti Pelindo (holding perhubungan), apakah fungsinya disatukan atau bagaimana. Kami kan baru beberapa hari juga. Apakah akan digabung atau dibuat per lokasi," tuturnya.

Sebelumnya, di era Rini Soemarno, kementerian berhasil membentuk holding di bidang pertambangan dengan PT Inalum (Persero) sebagai induk, bidang migas dengan induk PT Pertamina (Persero), dan bidang farmasi dengan induk PT Bio Farma (Persero).

[Gambas:Video CNN] (uli/age)