Waktu itu, OECD memperkirakan tahun depan perekonomian akan tumbuh 3,0 persen. Dilansir dari AFP pada Jumat (22/11) OECD menyampaikan perekonomian global tahun depan akan terhambat oleh pelemahan perdagangan dan investasi.
Permasalahan tersebut merupakan imbas dari perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China yang sudah berlangsung beberapa bulan belakangan ini. Menurut OECD pertumbuhan diperkirakan tetap lambat pada 2020-2021.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara rinci, masalah tersebut membuat perekonomian AS diperkirakan melambat dengan tumbuh hanya 2,0 persen pada 2021. Sementara China diperkirakan terus menurun hingga 5,5 persen pada 2021. Jepang dan kawasan Eropa juga diperkirakan masing-masing tumbuh 0,7 dan 1,2 persen.
Meski bank sentral dinilai telah mengambil kebijakan moneter yang tegas dan tepat, Boone menilai pemerintah tidak melakukan hal yang sama untuk mengimbangi sebagian dampak dari ketegangan perdagangan,
Pemerintah dinilainya gagal berinvestasi cukup banyak dalam proyek jangka panjang untuk meningkatkan infrastruktur, memajukan digitalisasi ekonomi atau melawan perubahan iklim perdagangan.
[Gambas:Video CNN] (hns/agt)