Dilansir dari Antara, harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Januari merosot US$1,53 atau 2,5 persen menjadi US$60,91 per barel.
Pelemahan juga terjadi pada harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember sebesar US$1,84 per barel menjadi US$55,21 per barel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami menegaskan kembali, harga Brent pada atau di bawah US$60 akan mengerek kemungkinan pengurangan tambahan produksi pada pembicaraan OPEC mendatang," ujar Ritterbusch.
Penurunan harga minyak juga tak lepas dari kesuraman prospek berakhirnya perang dagang AS-China yang berisiko menekan permintaan.
Tak hanya itu, kenaikan produksi minyak AS juga turut memukul harga minyak di pasar.
American Petroleum Institute (API) mencatat persediaan minyak mentah AS naik 6 juta barel menjadi 445,9 juta AS pada pekan yang berakhir 15 November 2019.
Sementara itu, ketegangan di Timur Tengah menjadi faktor pendukung harga minyak. Sebagai catatan, di Iran, sejumlah pengunjuk rasa memblokir pelabuhan komoditas setempat pada Selasa (19/11).
[Gambas:Video CNN] (antara/sfr)