Tekan Impor BBM US$9 M, Pemkab Muba Bangun Pabrik CPO

CNN Indonesia | Senin, 25/11/2019 22:26 WIB
Tekan Impor BBM US$9 M, Pemkab Muba Bangun Pabrik CPO Ilustrasi CPO. (Dok. Sampoerna Agro)
Palembang, CNN Indonesia -- Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan akan membangun Pabrik Industri Palm Oil dan Crude Palm Oil (IPO-CPO). Pembangunan dilakukan Pemkab Muba bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Kerja sama selain dilakukan dalam pembangunan IPO-CPO, juga pengelolaan tandan buah segar (TBS) sawit menjadi bahan bakar nabati (biofuel). Sekretaris Daerah Kabupaten Muba Apriyadi mengatakan rencana pembangunan pabrik mendapatkan dukungan dari Presiden RI Jokowi.

Saat ini pembangunan sudah masuk dalam tahap studi kelayakan. Pembangunan pabrik IPO akan difinalkan pada awal Desember 2019 supaya pada awal 2020 pembangunan dimulai. Pembangunan diperkirakan memakan waktu satu tahun.


Pabrik diharapkan sudah mulai beroperasi pada 2021 mendatang.

"Bertahap setelah pabrik IPO selesai, kita bangun juga pabrik CPO-nya. Untuk pabrik CPO ditargetkan mulai beroperasi awal 2022," ujar Apriyadi, akhir pekan kemarin.

Apriyadi mengatakan dalam beroperasi nantinya pabrik IPO-CPO akan melibatkan petani sawit di Muba.  Rektor ITB Kadarsah Suryadi memperkirakan keberadaan pabrik tersebut nantinya bisa menghemat impor BBM sampai dengan US$9 miliar.

Proyeksi dibuat jika 17 juta ton kelapa sawit hasil produksi per tahun didistribusikan untuk pengelolaan biofuel. Produksi biofuel Muba diyakininya bisa mengurangi impor BBM yang dilakukan oleh negara dalam jumlah yang signifikan.

"Dari segi kualitas, biofuel jauh lebih baik dari fosil. Contohnya, avtur dari sawit titik bekunya minus 7 derajat celcius, sedangkan fosil hanya minus 4 derajat celcius. Energi baru terbarukan biofuel berbasis kelapa sawit ini bukan hanya akan mensejahterakan petani, tapi juga akan sangat membantu pengembangan energi di Indonesia," kata dia.

"Realisasi pembangunan pabrik IPO-CPO ini dapat menjadi proyek industri hijau percontohan di Indonesia," ujar Ketua Prodi S2 dan S3 Teknik Kimia ITB ini.

[Gambas:Video CNN] (idz/agt)