Gandeng MIR, BP-Jamsostek Permudah Pekerja Migran Bayar Iuran

BP Jamsostek, CNN Indonesia | Senin, 25/11/2019 17:18 WIB
Gandeng MIR, BP-Jamsostek Permudah Pekerja Migran Bayar Iuran Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- BP-Jamsostek terus berupaya memudahkan seluruh pekerja termasuk Pekerja Migran Indonesia (PMI) untuk mendapatkan pelayanan terbaik. Salah satunya dengan memberikan kemudahan pembayaran iuran maupun proses klaim melalui Bank Mandiri dan Mandiri International Remittance (MIR) Sdn Bhd.

Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Krishna Syarif menyebut pihaknya terus berkomitmen dalam mengoptimalkan pelayanan sekaligus perlindungan setelah melakukan pendaftaran dan pembayaran guna menghindari risiko-risiko pekerjaan yang dapat terjadi kapan saja, seperti kecelakaan kerja dan kematian.

"Melalui kerja sama ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi PMI untuk segala jenis layanan yang kami punya. Dengan perlindungan BP-Jamsostek, pekerja dan keluarga menjadi lebih tenang selama peserta bekerja baik saat mereka masih menjadi PMI maupun setelah menjadi pengusaha," ujar Krishna, Malaysia, Minggu (24/11).


Krishna melanjutkan, salah satu manfaat yang akan diterima bagi PMI yang terdaftar dalam program BP-Jamsostek adalah perlindungan atas risiko kecelakaan kerja dan kematian yang terjadi saat PMI sedang menjalani persiapan atau pelatihan, selama berada di negara penempatan kerja maupun saat kembali ke Indonesia setelah masa kerja berakhir.

"Selain program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) untuk kecelakaan kerja dan Jamiman Kematian (JKm) untuk risiko kematian di luar hubungan kerja, PMI juga bisa memilih untuk ikut dalam program Jaminan Hari Tua (JHT) yang dapat digunakan sebagai tabungan bagi para PMI jika telah selesai menjalani masa kerja di negara penempatan," ujarnya.

Terlebih, BP-Jamsostek menjamin kasus kecelakaan yang menyebabkan risiko tertentu selama 24 jam termasuk kekerasan fisik dan pelecehan seksual selama di negara penempatan. Apabila terjadi kecacatan maka peserta dapat mengikuti pelatihan vokasional agar PMI dapat kembali bekerja. Sementara jika mengakibatkan cacat total, PMI berhak mendapatkan santunan maksimal Rp100 juta.

"Manfaat lainnya yang dapat dirasakan oleh PMI adalah kompensasi karena gagal berangkat ke negara penempatan senilai Rp7,5 juta, bantuan PHK karena kecelakaan kerja mulai dari Rp2 juta sampai Rp5 juta, beasiswa untuk dua orang anak hingga lulus sarjana atau mendapatkan pelatihan kerja, hingga bantuan penggantian tiket pesawat kepulangan PMI karena terkena kecelakaan kerja senilai maksimal Rp10 juta," ujarnya. (fef)