Erick Thohir Sindir Garuda Indonesia Soal Anak Usaha

CNN Indonesia | Senin, 02/12/2019 18:42 WIB
Erick Thohir Sindir Garuda Indonesia Soal Anak Usaha Menteri BUMN Erick Thohir menilai overlapping tugas BUMN bersifat kontraproduktif. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri BUMN Erick Thohir menyindir PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk terkait keberadaan anak usaha PT Gapura Angkasa. Menurut Erick, jasa penanganan pesawat di darat (ground handling) itu seharusnya tidak berada di bawah Garuda.

"Management ground handling itu enggak perlu ada di Garuda. Lebih baik itu ada di Angkasa Pura yang memang mengurus hal itu," ungkap Erick saat rapat kerja dengan Komisi VI di DPR, Senin (2/12).

Erick menyesalkan adanya overlapping dalam tugas tersebut yang kontraproduktif bagi perusahaan.


PT Gapura Angkasa merupakan perusahaan yang didirikan oleh Garuda Indonesia, Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II pada 1998. Saat ini, Angkasa Pura II menjadi pemegang saham mayoritas Gapura Angkasa.

Selain mengkritik Garuda Indonesia, Erick pun menyinggung beberapa BUMN lain yang kontra produktif karena tidak fokus pada bisnis inti.

"Seperti PT PANN, sejak awal memang sudah ada core bisnis yang tidak fokus. Di bawah PANN ada dua hotel," tegas Erick.

Dia pun menambahkan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. yang memiliki utang hampir Rp40 triliun dan memiliki anak usaha hingga 60 perusahaan.

Berkaca dari permasalahan anak dan cucu usaha BUMN, Erick sedang menyiapkan Peraturan Menteri yang akan membatasi pembentukan perusahaan baru.

"Karena saya tidak mau juga perusahaan BUMN yang masih sehat ke depannya tergerogoti oleh oknum yang sengaja menggerogoti perusahaan yang sehat itu," ujarnya.

Erick mengungkap tidak akan melarang pembentukan anak atau cucu BUMN, tetapi alasannya harus jelas.

"Saya tak ada menyetop mereka membuka anak perusahaan. Tapi kalau alasannya tidak jelas baru saya setop," tegas Erick.

[Gambas:Video CNN] (ara/age)