Dampak Perang Dagang, Manufaktur AS Susut 4 Bulan Belakangan

Christine Novita Nababan, CNN Indonesia | Selasa, 03/12/2019 11:54 WIB
Dampak Perang Dagang, Manufaktur AS Susut 4 Bulan Belakangan Industri manufaktur AS per November ada di level 48,1 atau susut dalam empat bulan berturut-turut karena kekhawatiran perang dagang. (AFP/Mandel Ngan).
Jakarta, CNN Indonesia -- Industri manufaktur Amerika Serikat (AS) terus menyusut dalam empat bulan berturut-turut akibat meningkatnya kekhawatiran perang dagang. Indeks manajer pembelian berada di level 48,1 per November 2019.

Mengutip CNN.com, Selasa (3/12), Ekonom Senior BMO Sal Guatieri mengatakan setiap indeks manajer pembelian di bawah 50 menunjukkan kontraksi. Kondisi ini terjadi di tengah memanasnya perundingan perang dagang AS dengan China.

Ketua Komite Survei Manajemen Manufaktur dari The Institute Supply Management (IMS) Timothy Fiore mengungkapkan perdagangan global yang lesu menjadi masalah signifikan industri manufaktur.

Hal ini dikarenakan ketidakpastian ekonomi global terus berlangsung dan kebingungan investor terhadap kelanjutan perundingan perang dagang AS dan China. Tak heran, sejumlah pelaku usaha mengaku akan merevisi rencana belanja modal mereka.

Yang memperburuk kondisi manufaktur AS, belanja konstruksi juga melorot 0,8 persen pada Oktober. Padahal, perkiraannya belanja konstruksi meningkat 0,4 persen. Hal ini dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran produsen akan dampak perang dagang.

Kemarin, Presiden AS Donald Trump mengancam akan memperbarui tarif impor baja dan aluminium dari Brasil dan Argentina karena devaluasi besar-besar mata uang kedua negara tersebut.

Nilai peso Brasil dan Argentina jatuh hingga 37 persen terhadap dolar AS. Namun, ada dugaan devaluasi mata uang kedua negara itu disengaja untuk mendapat keuntungan dalam perdagangan global.
[Gambas:Video CNN]


(bir)