AS Peringatkan Pakistan Soal Krisis Ekonomi Karena China

CNN Indonesia | Jumat, 22/11/2019 14:32 WIB
AS Peringatkan Pakistan Soal Krisis Ekonomi Karena China Ilustrasi infrastruktur China. (GREG BAKER / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Amerika Serikat memperingatkan Pakistan soal kerja sama pembangunan infrastruktur yang mereka lakukan dengan China. Menurut AS, Pakistan bisa mengalami gangguan ekonomi jika mereka terus mengejar pembangunan infrastruktur China.

Pasalnya, koridor Ekonomi China-Pakistan (CPEC) yang digadang sebagai "game changer" dari dua negara yang bersangkutan disebut hanya akan menguntungkan China.

Hal tersebut disampaikan oleh Diplomat AS untuk Asia Selatan.


"Sudah jelas bahwa CPEC bukan tentang bantuan," ujar Penjabat Asisten Sekretaris Negara untuk Asia Selatan Alice Wells seperti dikutip dari AFP pada Jumat (22/11).

Wells menyampaikan bahwa inisiatif bernilai miliaran dolar tersebut didorong oleh pinjaman nonkonsesi. Dia menambahkan CPEC akan bergantung pada tenaga kerja dan bahan baku China bahkan di tengah meningkatnya angka pengangguran di Pakistan.

"(CPEC) Akan menambah beban perekonomian dari Pakistan, terutama ketika sebagian besar pembayaran mulai jatuh tempo dalam empat hingga enam tahun ke depan," ujar Wells.

Kerja sama ekonomi ini akan 'memakan korban' yang semakin besar pada ekonomi Pakistan. Menurut Wells, meski pelunasan utang ditangguhkan, CPEC akan terus bergantung pada potensi pembangunan ekonomi Pakistan dan melemahkan agenda reformasi Perdana Menteri Pakistan Imran Khan.

China sendiri banyak berjanji kepada Pakistan. Salah satunya mengembangkan pelabuhan Gwadar di Laut Arab sebagai pelabuhan kelas dunia.

Beijing berharap untuk menghubungkan Gwadar dengan wilayah Cina barat Xinjiang. Pelabuhan ini akan memberi China lebih banyak akses ke Timur Tengah yang kaya minyak dan mengurangi ketergantungan pada Laut Cina Selatan yang dilanda perselisihan.

AS sudah menawarkan model yang lebih baik ketimbang CPEC. Hal ini karena AS tidak dapat melakukan investasi swasta yang dapat meningkatkan masalah perekonomian.

"Di seluruh dunia kita melihat bahwa perusahaan-perusahaan AS membawa lebih dari sekadar modal. Mereka membawa nilai, proses, dan keahlian yang membangun kapasitas ekonomi lokal," jelas Wells.

Menurut Wells perusahaan-perusahaan AS termasuk Uber, Exxon Mobil, Pepsi Co dan Coca Cola menunjukkan minat kepada Pakistan dengan bersama-sama berinvestasi hingga US$1,3 miliar di negara tersebut.

AS juga telah mengecam China's Belt and Road Initiative. Sebuah proyek yang telah ditandatangani oleh Presiden China Xi Jinping. Proyek tersebut bertujuan untuk membangun pelabuhan, jalan raya dan kereta api di seluruh dunia.

[Gambas:Video CNN] (hns/age)