Moeldoko Dukung Pembangunan Pipa Gas Bumi Trans-Kalimantan

BPH Migas, CNN Indonesia | Rabu, 04/12/2019 15:57 WIB
Moeldoko Dukung Pembangunan Pipa Gas Bumi Trans-Kalimantan Kepala Staf Kepresidenan RI Jenderal TNI (Purn) Moeldoko saat menjadi keynote spkeaker Focus Grup Discussion (FGD) “Sinergitas Pembangunan Pipa Gas Bumi Trans Kalimantan” Selasa (03/12/19) di Grand Mahkota Hotel Pontianak, Kalimantan Barat. (Dok. BPH Migas)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Staf Kepresidenan RI Jenderal TNI (Purn) Moeldoko mendukung rencana pembangunan pipa gas bumi trans-Kalimantan sepanjang 2.219 km yang membentang dari Bontang-Banjarmasin-Palangkaraya-Pontianak.

Moeldoko menyebut upaya pembangunan infrastruktur itu sejalan dengan visi Presiden Joko Widodo demi terciptanya Indonesia Maju melalui lima prioritas. Kelima aspek tersebut meliputi infrastruktur, investasi, kualitas sumber daya manusia, reformasi birokrasi, dan APBN yang tepat sasaran.

"Pembangunan infrastruktur adalah pembangunan peradaban masyarakat. Pembangunan pipa gas trans-Kalimantan ini adalah proyek strategis yang mempunyai value yang dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat.


Pembangunan pipa gas bumi trans-Kalimantan akan meningkatkan pertumbuhan industri, menyerap tenaga kerja, dan menggerakkan sektor riil," ujar Moeldoko dalam forum 'Sinergitas Pembangunan Pipa Gas Bumi Trans-Kalimantan' di Pontianak, Selasa (3/12).

Pembangunan jaringan gas tersebut diharapkan Moeldoko seperti pembangunan jalan tol. Dia mencontohkan, pemerintahan Presiden Jokowi mampu membangun jalan tol sepanjang 1.350 km dalam 5 tahun terakhir yang sebelumnya dianggap mustahil.

Moeldoko menegaskan pemerintah berkomitmen dalam merancang strategi pemanfaatan sumber energi gas bumi untuk industri, ketenagalistrikan, rumah tangga, transportasi, dan diutamakan untuk pemanfaatan yang memiliki nilai tambah paling tinggi.

"Memang ini sudah masuk di dalam blueprint Kementerian ESDM. Saya pasti lapor presiden terkait keinginan masyarakat Kalimantan untuk merealisasikan pembangunan pipa. Jika belum masuk RPJPMN (Rencana Pembangunan Jangka Panjang Menengah Nasional), nanti kita usahakan agar bisa diharmonisasikan," jelas Moeldoko.

Sementara itu, Kepala BPH Migas M. Fashurullah Asa menyebut bahwa pembangunan pipa gas trans-Kalimantan merupakan tindak lanjut Rencana Induk Gas Bumi Tahun 2012-2025.

"Kementerian ESDM telah merencanakan pembangunan jalur pipa gas trans-Kalimantan yang akan mengangkut gas bumi dari Bontang, Kalimantan Timur guna memenuhi kebutuhan energi gas alam di dalam negeri khususnya bagi seluruh masyarakat di Pulau Kalimantan. Sekaligus mengurangi defisit perdagangan melalui peningkatan pemanfaatan gas bumi sebagai substitusi BBM terutama pada sektor kelistrikan dan pertambangan, mendukung kesepakatan Paris Agreement 2015, serta pengembangan kawasan industri dengan berbasis clean energy," ujar Ifan. (fef)