Rupiah Menguat ke Rp14.030 per Dolar AS Jelang Akhir Pekan

CNN Indonesia | Jumat, 06/12/2019 08:26 WIB
Rupiah Menguat ke Rp14.030 per Dolar AS Jelang Akhir Pekan Rupiah menguat ke Rp14.030 per dolar AS pada Jumat (6/12) pagi. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah menguat ke Rp14.030 per dolar AS atau sebesar 0,27 persen pada perdagangan pasar spot, Jumat (6/12) pagi. Sebelumnya, posisi rupiah berada di Rp14.068 per dolar AS pada penutupan pasar Kamis (5/12).

Pagi hari ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia menguat terhadap dolar AS. Won Korea terpantau menguat 0,21 persen, ringgit Malaysia sebesar 0,09 persen, dan yen Jepang 0,04 persen, diikuti dolar Singapura yang menguat tipis 0,02 persen. Pelemahan hanya terjadi pada lira Turki 0,02 persen, sementara dolar Hongkong berada di posisi stagnan terhadap dolar AS.

Kemudian di negara maju, mayoritas nilai tukar menguat terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris dan euro masing-masing menguat dengan nilai 0,03 persen dan 0,01 persen, dolar Australia sebesar 0,07 persen. Pelemahan hanya terjadi pada dolar Kanada sebesar 0,06 persen terhadap dolar AS.


Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menilai penguatan pagi ini disebabkan oleh sentimen kesepakatan dagang antara AS dan China.

"Rupiah mungkin masih bertahan menguat hari ini seiring dengan optimisme tercapainya kesepakatan dagang AS China dalam waktu dekat," kata Ariston saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (6/12).

Optimisme tersebut bersumber dari keterangan Juru bicara Kementerian Perdagangan China Kamis (5/12) siang, yang mengatakan bahwa AS dan China masih melakukan pembicaraan untuk mencapai kesepakatan dagang.

"Tapi kesepakatan yang belum jelas mungkin akan menahan penguatan rupiah lebih dalam," ungkapnya.

Sementara itu, Ariston mengatakan data tenaga kerja AS versi pemerintah dari Non Farm Payrolls yang akan dirilis malam ini akan dinantikan oleh pasar dan dapat menjadi satu sentimen yang menentukan pergerakan rupiah.

Pasalnya, data tersebut akan berdampak besar bagi pergerakan instrumen keuangan. Ariston menyebut hasil data tersebut juga mungkin bisa menahan pergerakan rupiah apabila hasilnya terbukti positif.

Lebih lanjut, Ariston memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp14.030 hingga Rp14.100 per dolar AS.

[Gambas:Video CNN] (ara/agt)