Jokowi soal Pemecatan Dirut Garuda: Sudah Tegas Sekali

CNN Indonesia | Jumat, 06/12/2019 17:02 WIB
Presiden Jokowi angkat suara soal pemecatan Dirut Garuda Ari Askhara. Ia mengatakan sanksi dari Menteri BUMN Erick Thohir itu sudah tegas sekali. Presiden Jokowi angkat suara soal pemecatan Dirut Garuda Ari Askhara. Ia mengatakan sanksi dari Menteri BUMN Erick Thohir itu sudah tegas sekali. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan).
Banten, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) angkat suara soal sanksi pemecatan Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Ari Askhara oleh Menteri BUMN Erick Thohir.

Jokowi mengisyaratkan keputusan Erick memberhentikan Ari karena penyelundupan motor mewah Harley Davidson dalam pesawat sudah tepat.

"Sudah diputuskan oleh Menteri BUMN. Sudah itu tegas sekali. Pesannya tegas sekali," ujarnya di Serpong, Banten, Jumat (6/12).


Jokowi juga berpesan agar kejadian serupa tidak terulang, terutama oleh pejabat perusahaan pelat merah.

"Jangan ada yang mengulang-ngulang seperti itu lagi. Menteri BUMN sudah tegas sekali. Sudah. Itu pesan untuk semuanya, jangan main-main," tegas Jokowi.

Terkait Pelaksana Tugas (Plt) Dirut Garuda Indonesia Fuad Rizal, Jokowi mengaku menyerahkan kewenangan tersebut kepada Erick selaku Menteri BUMN.

Erick, seperti disampaikan Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga, menunjuk Fuad sebagai Plt Dirut Garuda. Bersamaan dengan itu, Erick mengisyaratkan merombak direksi maskapai penerbangan pelat merah tersebut.

Alasannya, empat direksi lainnya yang ikut dengan Ari melakukan perjalanan tanpa nota dinas. Mereka terbang ke Prancis untuk mengambil pesawat pesanan jenis terbaru, yaitu Airbus A330-900, untuk dibawa pulang langsung ke Indonesia.

Setibanya di Jakarta, di dalam pesawat, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan menemukan motor Harley Davidson dan sepeda Brompton masuk secara ilegal.
[Gambas:Video CNN] (uli/bir)