Posisi ini berbanding terbalik dari September 2019 yang surplus sebesar US$161 juta.
Jika diakumulasi, defisit neraca perdagangan Januari-November 2019 mencapai US$3,11 miliar. Realisasi defisit ini masih lebih rendah ketimbang periode Januari-November 2018 sebesar US$7,6 miliar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara untuk ekspor industri pengolahan turun 6,78 persen menjadi US$10,58 miliar, pertambangan lainnya turun 14,45 persen menjadi US$1,99 miliar, dan pertanian turun 1,55 persen menjadi US$33 juta.
Secara kumulatif, nilai ekspor Januari-November 2019 tercatat sebesar US$153,11 miliar. Angkanya menurun dari posisi Januari-November 2018 sebesar US$165,72 miliar.
Lebih rinci, kenaikan impor nonmigas terjadi pada barang konsumsi sebesar 16,13 persen menjadi US$1,67 miliar, barang baku/penolong naik 2,63 persen menjadi US$11,17 miliar, dan barang modal naik 2,58 persen menjadi US$2,5 miliar.
Secara kumulatif, kinerja impor Januari-November 2019 sebesar US$156,22 miliar. Realisasi itu turun dari periode yang sama tahun lalu sebesar US$173,35 miliar.
[Gambas:Video CNN] (aud/bir)