Jokowi Berang, Tidak Ada Kilang Minyak Dibangun Dalam 5 Tahun

CNN Indonesia | Senin, 16/12/2019 14:11 WIB
Jokowi Berang, Tidak Ada Kilang Minyak Dibangun Dalam 5 Tahun Presiden Jokowi berang karena Indonesia tidak membangun kilang minyak sama sekali dalam 34 tahun terakhir. (CNN Indonesiaa/ Feri Agus Setyawan).
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) berang karena Indonesia tidak membangun kilang minyak dalam 34 tahun terakhir ini. Di awal era kepemimpinannya pun, ia memperingatkan untuk membangun lima kilang minyak. Faktanya, tidak ada satu pun kilang minyak dibangun.

Demikian disampaikan Jokowi saat sambutan Pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020 - 2024, di Istana Negara, Jakarta, Senin (16/12).

"Sebetulnya, saat pelantikan, habis pelantikan yang (periode) pertama, saya minta kilang ini segera dibangun. Tapi sampai detik ini dari lima (kilang) yang ingin kita kerjakan satu pun enggak ada yang berjalan. Satu pun," tegasnya.

Padahal, Jokowi mengatakan jika bisa membangun kilang minyak, maka akan banyak komoditi turunan yang bisa dihasilkan. Ia menyebut salah satunya adalah petrokimia yang nantinya tidak perlu impor. Selama ini, nilai impor petrokimia Rp323 triliun per tahun.

Oleh karena itu, Jokowi mengaku sudah memerintahkan Kapolri Jenderal Idham Azis, Jaksa Agung ST Burhanuddin, serta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengawasi pembangunan kilang minyak.

"Harus rampung, pekerjaan besar ini harus rampung," terang Jokowi.

Mantan gubernur DKI Jakarta itu sudah tak mau hanya dijanjikan soal pembangunan kilang minyak. Selama ini, kata Jokowi, dirinya dijanjikan 2 sampai 3 tahun selesai. Sayangnya, sampai detik ini hasilnya masih nihil.

"Ini ada yang memang menghendaki kita impor terus. Ini yang namanya transformasi ekonomi," tuturnya.

Jokowi lantas meminta pemerintah daerah ikut mendukung rencana pembangunan kilang minyak tersebut.

"Kalau masih ada problem pembebasan lahan, daerah dukung penuh, masalah perizinan daerah ikut campur, cawe-cawe agar selesai, yang kita harapkan itu," katanya.
[Gambas:Video CNN]


(fra/bir)