Menteri ESDM Minta Pertamina Cari Teman untuk Bangun Kilang

CNN Indonesia | Rabu, 27/11/2019 10:18 WIB
Menteri ESDM Minta Pertamina Cari Teman untuk Bangun Kilang Menteri ESDM Arifin Tasrif minta Pertamina cari teman untuk membangun kilang minyak. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri ESDM Arifin Tasrif meminta PT Pertamina (Persero) menggaet rekan kerja dari dalam maupun luar negeri guna memenuhi kebutuhan pendanaan supaya pembangunan kilang minyak bisa dipercepat. Keberadaan rekan kerja diperlukan agar perusahaan pelat merah tersebut bisa meningkatkan produksi minyak dan gas (migas) nasional.

Permintaan disampaikan Arifin kala membuka acara Pertamina Energy Forum 2019, Selasa (26/11) ini. Menurutnya, pencarian rekan kerja sama merupakan strategi jangka pendek yang bisa diupayakan perusahaan.

Pasalnya, dalam jangka pendek, sejumlah tantangan masih dihadapi Pertamina untuk mencari pendanaan pembangunan kilang.


Tantangan berasal dari keterbatasan sumber pendanaan dari internal perusahaan dan dalam negeri, minimnya pembangunan infrastruktur, dan tingginya biaya investasi yang diperlukan. 

"Hal ini berguna untuk memperkuat kapasitas keuangan dan teknis. Pemerintah akan mengizinkan Pertamina menggandeng mitra-mitra terpercaya guna meningkatkan aliran modal ke dalam negeri," ucap Arifin.

Sementara untuk strategi jangka panjang, perusahaan negara diminta untuk terus mempertahankan tingkat produksi yang ada, mengubah sumber daya alam menjadi cadangan, melaksanakan eksploitasi minyak di sumur (Enhanced Oil Recovery/EOR), dan meningkatkan eksplorasi.

Selain itu, Arifin turut mengingatkan perusahaan agar bisa mempercepat pengerjaan enam kilang yang sudah dalam proses. Kilang itu terdiri dari kilang dengan skema Refinery Development Master Plan (RDMP) di Balikpapan, Cilacap, Balongan, dan Plaju.

Selain itu, kilang dengan skema Grass Root Refinery (GRR) di Tuban dan Bontang.

[Gambas:Video CNN]
"Proyek diharapkan meningkatkan kapasitas pengolahan dari 1 juta barel per hari menjadi 1,9 juta barel per hari," ujarnya.

Di sisi lain, Arifin meminta Pertamina tetap memperhatikan fokus pembangunan sumber energi berkelanjutan yang ramah lingkungan, khususnya, sumber penghasil energi baru terbarukan.

"Akses energi dan udara bersih pada saat yang sama mempertahankan fokus memberi energi yang dapat diandalkan dengan harga terjangkau," ungkapnya.

Beberapa fokus pembangunan energi baru terbarukan, misalnya mandatori program biodiesel, konversi pembangkit dari sumber energi sampah, angin, surya, dan lainnya. Di sisi lain, ia menekankan pemerintah turut berkomitmen untuk mengkaji berbagai insentif bila pencairan rekan kerja dalam rangka menggaet investasi bisa dilakukan perusahaan.


Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menyatakan perusahaan siap menjalankan arahan dari pemerintah. Saat ini, perusahaan pelat merah itu sejatinya sudah menjalin kerja sama dengan beberapa pihak.

Salah satunya, pengelolaan kilang Cilacap dengan Saudi Aramco, perusahaan minyak negara Arab Saudi. Namun, bila kesepakatan belum bisa didapat, perusahaan siap menawarkan kerja sama di kilang lain, misalnya di Balikpapan.

Selain itu, perusahaan juga tengah mencari rekan kerja untuk Blok Mahakam dan Blok Rokan. "Tapi prosesnya untuk Mahakam belum dimulai, meski ada beberapa perusahaan yang sudah sampaikan. Sementara untuk Rokan, secara formal kami baru bisa masuk pada Agustus 2021," katanya.

(uli/agt)