"Aku belum terima. Pak menteri (Menteri BUMN Erick Thohir) kan lagi ke Kalimantan. Mana mungkin bisa menerima," ucap Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga, Selasa (17/12).
Arya menyatakan siap menerima kedatangan nasabah Jiwasraya jika memang sedang berada di kantor Kementerian BUMN. Hari ini, ia mengaku berada di luar kantor, sehingga tak bisa menemui nasabah Jiwasraya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini kami kan belum dapat intinya," imbuh Arya.
Salah satu nasabah Jiwasraya yang menyambangi Kementerian BUMN hari ini, Haresh Nandwani mengungkapkan kekecewaannya karena tak bisa bertemu dengan petinggi Kementerian BUMN.
"Jangan didiemin saja, ini kan milik negara. Jangan dibiarkan bangkrut begini," ucap Haresh.
Sebagai informasi, Jiwasraya meminta penundaan pembayaran klaim polis jatuh tempo sebesar Rp802 miliar akibat tekanan likuiditas. Polis itu khususnya untuk produk saving plan.
Direktur Utama Jiwasraya Hexana Tri Sasongko menyatakan belum pihaknya belum bisa membayar klaim polis jatuh tempo sebesar Rp12,4 triliun untuk periode Oktober-Desember 2019.
Hexana bilang sumber dana untuk pembayaran polis tersebut sejatinya bersumber dari aksi korporasi perseroan, yakni menggandeng investor strategis. Hanya saja, saat ini perseroan tengah menggelar uji tuntas alias due diligence terhadap lima calon investor yang terdiri dari empat investor luar negeri dan satu dalam negeri.
[Gambas:Video CNN] (aud/age)