Pagi hari ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia menguat terhadap dolar AS. Won Korea terpantau menguat 0,12 persen, baht Thailand 0,06 persen, diikuti ringgit Malaysia serta lira Turki yang sama-sama menguat tipis sebesar 0,01 persen.
Pelemahan terjadi pada dolar Singapura sebesar 0,04 persen, dan yen Jepang yang melemah 0,06 persen. Sementara hanya dolar Hong Kong yang berada di posisi stagnan dan tak bergerak terhadap dolar AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini berpotensi mendorong pelemahan rupiah terhadap dolar AS," kata Ariston saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (18/12).
Di sisi lain, Ariston menyebut berkurangnya kekhawatiran perang dagang karena kesepakatan fase 1 AS dan China berhasil menjadi sentimen penahan laju pelemahan mata uang garuda pada pagi ini.
[Gambas:Video CNN]
"Walaupun, pasar masih menantikan rincian kesepakatan dagang tersebut," imbuhnya.
Lebih lanjut, Ariston berpendapat rupiah kemungkinan akan bergerak di kisaran Rp13.980 hingga Rp14.050 per dolar AS hari ini.