Sentimen Manufaktur AS Tekan Rupiah ke Rp14.000 per Dolar AS

CNN Indonesia | Rabu, 18/12/2019 08:35 WIB
Sentimen Manufaktur AS Tekan Rupiah ke Rp14.000 per Dolar AS Kurs rupiah keok terhadap dolar AS pada perdagangan Rabu (18/12) pagi. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari).
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah melemah ke Rp14.000 per dolar AS atau sebesar 0,03 persen pada perdagangan pasar spot, Rabu (18/12) pagi. Sebelumnya, posisi rupiah berada di Rp13.996 per dolar AS pada penutupan pasar Selasa (17/12).

Pagi hari ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia menguat terhadap dolar AS. Won Korea terpantau menguat 0,12 persen, baht Thailand 0,06 persen, diikuti ringgit Malaysia serta lira Turki yang sama-sama menguat tipis sebesar 0,01 persen.

Pelemahan terjadi pada dolar Singapura sebesar 0,04 persen, dan yen Jepang yang melemah 0,06 persen. Sementara hanya dolar Hong Kong yang berada di posisi stagnan dan tak bergerak terhadap dolar AS.


Kemudian di negara maju, mayoritas nilai tukar bergerak melemah terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris terpantau melemah 0,13 persen, euro sebesar 0,03 persen, dan dolar Australia melemah 0,7 persen, serta dolar Kanada yang terpantau melemah tipis sebesar 0,01 persen terhadap dolar AS.

Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menilai pelemahan rupiah pagi ini disebabkan oleh sentimen peningkatan data manufaktur dan perumahan AS.

Ariston mengatakan bahwa data manufaktur dan perumahan AS yang dirilis pada Selasa (17/12) malam kemarin ternyata memiliki hasil yang lebih bagus dari ekspektasi pasar. Sehingga, hal tersebut mendorong menguatnya imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS.

"Ini berpotensi mendorong pelemahan rupiah terhadap dolar AS," kata Ariston saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (18/12).

Di sisi lain, Ariston menyebut berkurangnya kekhawatiran perang dagang karena kesepakatan fase 1 AS dan China berhasil menjadi sentimen penahan laju pelemahan mata uang garuda pada pagi ini.

[Gambas:Video CNN]

"Walaupun, pasar masih menantikan rincian kesepakatan dagang tersebut," imbuhnya.

Lebih lanjut, Ariston berpendapat rupiah kemungkinan akan bergerak di kisaran Rp13.980 hingga Rp14.050 per dolar AS hari ini.

(ara/sfr)