BPH Migas kembali ditunjuk oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk menjadi penanggung jawab atau ketua posko nasional sektor ESDM.
Kabag Hukum dan Humas BPH Migas Ady M Raksanegara menyatakan pihaknya juga akan menambah awak, mobil tangki, dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) kantong. Selain itu, pihaknya akan menyiapkan layanan khusus, seperti KiosK Pertamax, mobil dispenser unit, BBM kemasan, dan motor pengantar kemasan BBM.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya di sektor geologi, Ady menyatakan pihaknya bakal membentuk tim tanggap darurat bencana geologi sebagai bentuk antisipasi terjadi bencana selama momen nataru. Ia bilang BPH Migas akan ikut memantau aktivitas di sejumlah gunung api.
Ady menuturkan posko nasional sektor ESDM selama nataru akan berlangsung selama 22 hari, yakni h-7 dan h+14 natal. Tim posko nasional sektor ESDM ini terdiri dari unit eselon I Kementerian ESDM, di antaranya BPH Migas, Inspektorat Jenderal Kementerian ESDM, dan Sekretariat Jenderal Kementerian ESDM.
[Gambas:Video CNN]
Selain itu, sejumlah badan usaha juga diikutsertakan, yaitu PT Pertamina (Persero), PT AKR Corporindo Tbk, PT PLN (Persero), PT PGN Tbk, PT Pertagas Niaga, T Shell Indonesia, PT Vivo Energi Indonesia, PT Total Oil Indonesia, dan PT Aneka Petroindo Raya.
Sementara, pelaksanaan posko nasional ini juga bekerja sama dengan kepolisian, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dan Jasa Marga.
(aud/agt)