Jokowi Tentukan Desain Ibu Kota Negara Baru Hari Ini

CNN Indonesia | Jumat, 20/12/2019 17:07 WIB
Jokowi Tentukan Desain Ibu Kota Negara Baru Hari Ini Presiden Jokowi akan menentukan desain ibu kota negara baru usai menyaksikan presentasi lima desain pemenang sayembara hari ini. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay).
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menentukan desain ibu kota baru usai menyaksikan presentasi lima desain dari pemenang sayembara yang digelar Kementerian PUPR pada hari ini, Jumat (20/12). Setelah memilih, desain akan segera digunakan untuk tahap konstruksi.

Hal ini diungkapkan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil kepada CNNIndonesia.com. Pria yang akrab disapa Emil itu kebetulan menjadi satu dari 13 juri sayembara desain ibu kota negara baru.

Emil menjelaskan juri sebenarnya sudah menilai 257 desain dari peserta sayembara. Dari hasil pengujian, sudah ada lima desain yang terpilih dan diberi urutan peringkat dari satu sampai lima.


"Tapi kalau presiden punya pendapat yang berbeda dimensinya dengan yang direkomendasikan juri, minimal ruangnya ada di lima pilihan ini, walau juri sudah punya urutan peringkatnya. Misal, tiba-tiba presiden lebih suka yang ranking ketiga atau keempat karena pertimbangan yang kita tidak tahu karena politis, ya tentu kami ingin memahami juga," ujar Emil.

Ia memastikan pilihan desain ibu kota negara baru nantinya sepenuhnya merupakan hak Jokowi. "Sepenuhnya sesuai pilihan presiden asal tidak lewat dari itu (lima terpilih) dan harus hari ini keputusannya," ungkapnya.

Emil mengatakan bila sudah ada satu desain yang dipilih Jokowi, maka kementerian/lembaga terkait akan merealisasikannya pada tahap konstruksi. Namun, pemerintah tetap sejatinya tetap membuka ruang adaptasi terkait perubahan yang tidak sesuai dengan desain awal.

"Karena yang namanya perancangan tidak pernah ada yang 100 persen hasil sayembara langsung, plek," ujarnya.

Lebih lanjut, Emil mengatakan lima desain ibu kota negara yang dipresentasikan ke Jokowi merupakan desain yang sudah memenuhi beberapa ketentuan. Pertama, memenuhi sebagai kota yang berfungsi, tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil alias cukup, namun tetap efisien.

Kedua, mempunyai desain simbolik karena ini bukan kota baru biasa, tapi ibu kota. "Berarti ada alun-alun, ada ruang koridor, jalan utama, jalan parade, simbol, monumen, dan lainnya seperti Bung Karno saat memberi titik-titik di Jakarta," tuturnya.


Ketiga, kontekstual dengan kondisi alam di daerah ibu kota negara baru, misalnya ada ruang untuk sungai dan perbukitan. Keempat, memenuhi kriteria urban system.

"Ini istilah saya, tentu dia harus sustainable, lifeable, workable, banyak gerak, orang bisa jalan kaki, ruangnya positif, termasuk smart itu urban system," terangnya.

Di sisi lain, meski sudah terpilih, juri tetap akan memberikan beberapa rekomendasi saat proses implementasi desain menjadi konstruksi nyata di lapangan. Selain itu, juri juga akan memberikan pendampingan dan rekomendasi pembentukan dokumen panduan.

"Karena tentu ada ruang tafsir yang masih panjang. Jadi siapapun yang nanti masuk desain bangunan tidak bisa seenaknya begitu. Misalnya tingginya, ukurannya, semua harus menyesuaikan," katanya.

Dalam pembangunan ibu kota negara yang baru, pemerintah mengalokasikan lahan sekitar 256 ribu hektare (ha). Dari luasan itu, sekitar 56 ribu ha akan menjadi wilayah utama ibu kota negara. Sementara pusat pemerintahannya berada di kawasan seluas 5.600 ha.

Sementara Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengungkapkan mekanisme yang berbeda. Menurutnya, lima desain hasil sayembara memang akan dipresentasikan kepada Jokowi, namun penentuannya tetap ada di tangan dewan juri.

"(presentasi) ini asal beliau (presiden) tahu dulu. Beliau tidak akan pilih, baru nanti penetapannya pada 23 Desember oleh juri," katanya.

Menurut Basuki, nantinya juri akan menentukan peringkat tiga besar yang hak paten desainnya akan dialihkan ke pemerintah. Setelah itu, tiga desain ini bisa saja dikombinasikan pada tahap konstruksi ibu kota negara.

"Nanti saya minta mereka kolaborasi, saya ajak ke lapangan untuk bisa dilihat, di-match-kan dengan kondisi lapangan," tuturnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan desain ini sejatinya hanya mencakup gambaran tata ruang kawasan pemerintahan seluas 5.600 hektare (ha) di ibu kota baru, misalnya di mana letak Istana Negara, kementerian, dan lainnya. Sementara desain ruang kawasan ibu kota seluas 56 ribu ha akan dipikirkan oleh pemerintah.

Ke depan, Basuki mengatakan pemerintah kemungkinan akan membuka lagi sayembara desain Istana Negara, gedung-gedung kementerian, dan lainnya. "Jadi sayembara ini untuk yang 5.600 hektare. Mungkin iya (sayembara lagi) nanti misalnya kantor pemerintahan bagaimana desaonnya, kita kan belum ada," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN] (uli/age)