Luhut soal Iran Kirim Rudal ke AS: Jangan Terlalu Heboh

CNN Indonesia | Rabu, 08/01/2020 17:58 WIB
Luhut soal Iran Kirim Rudal ke AS: Jangan Terlalu Heboh Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan meminta masyarakat Indonesia tidak terlalu heboh dengan peristiwa pengiriman rudal oleh Iran ke pasukan AS. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan meminta masyarakat Indonesia tidak terlalu heboh dengan peristiwa pengiriman rudal oleh Iran ke pasukan Amerika Serikat yang berada di pangkalan militer Irak pada Selasa (7/1) malam.

Ia menilai gejolak masalah geopolitik di Timur Tengah memang biasa naik dan turun. Apalagi serangan sebelumnya sampai menewaskan perwira tinggi militer Iran Mayor Jenderal Qasem Soleimani.

"Tidak apa-apa, hidup kan ada naik turun. Jangan terlalu heboh," ucap Luhut di kantornya, Rabu (8/1).


Sayangnya, Luhut enggan memberi tanggapan lain. Sebelumnya, ia memang telah mengutarakan pandangan bahwa ketegangan hubungan geopolitik antara AS-Iran tidak akan mengganggu ekonomi Tanah Air.

"Di sana tegang-tegang, di sini rileks, makanya jangan dikit-dikit tegang-lah," ujarnya.

Luhut melihat ekonomi domestik tidak akan terpapar ketegangan AS-Iran karena Indonesia punya hubungan yang baik dengan Negeri Paman Sam. Bahkan, hubungan investasi kedua negara diklaim berjalan dengan baik.

Ia menyatakan bahwa Indonesia justru akan menerima kunjungan dari perwakilan US International Development Finance Corporation (DFC) pada Jumat (10/1) mendatang. Ini merupakan lembaga independen yang menyediakan pembiayaan untuk proyek-proyek swasta AS.

"Mereka akan datang kemari membawa uang untuk investasi di BUMN dan juga di beberapa proyek," tuturnya.

Sayangnya, ia belum ingin merinci seperti apa potensi hubungan ekonomi yang akan terjalin dari kunjungan itu. Di sisi lain, ia juga tidak khawatir bila ketegangan AS-Iran akan mengerek harga minyak mentah dunia terlalu tinggi.

Sebelumnya, Iran mengirimkan rudal ke pasukan AS yang ada di pangkalan militer Irak pada Selasa (7/1) malam. Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan serangan rudal balistik ini merupakan tindakan proporsional dalam membela diri.

"Kami tidak mencari eskalasi atau perang, tetapi akan membela diri terhadap agresi apapun," kata Javad Zarif lewat Twitter.

Dikutip dari Associated Press, Zarif mengatakan serangan itu sebagai aksi balasan atas kematian perwira tinggi militer Iran Mayor Jenderal Qasem Soleimani akibat serangan drone AS di Baghdad pekan lalu.

Kematian Soleimani telah meningkatkan ketegangan antara Teheran dan Washington. Belum diketahui apakah ada korban dalam serangan rudal yang menghantam dua pangkalan AS di Irak itu.

Seorang pejabat AS mengatakan, jika ada, kemungkinan korban akan sangat sedikit. Pejabat itu mengatakan ada 15 rudal yang ditembakkan.

Di sisi lain, kiriman rudal Iran ke pasukan AS memberi sentimen positif kepada harga emas sebagai aset safe haven di tengah tingginya gejolak geopolitik. Harga emas PT Antam Tbk di dalam negeri pun ikut terkerek dengan sentimen ini menuju ke kisaran Rp799 ribu per gram pada pagi tadi.

[Gambas:Video CNN] (uli/age)