Klaim Banjir Atas Barang Milik Negara Rp50,6 Miliar

CNN Indonesia | Jumat, 10/01/2020 18:04 WIB
Klaim Banjir Atas Barang Milik Negara Rp50,6 Miliar DJKN Kemenkeu mengajukan klaim asuransi bencana banjir Barang Milik Negara (BMN) senilai Rp50,6 miliar. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Keuangan menyatakan total nilai pertanggungan asuransi atas aset atau barang milik negara (BMN) yang terdampak banjir tahun baru mencapai Rp50,6 miliar. Nilai tersebut sebagai klaim yang dialami lima gedung yang terdampak bencana banjir.

Direktur Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Isa Rachmatarwata memaparkan lima gedung yang terdampak itu, antara lain Gedung Kantor Pelayanan Pajak Pratama Cibitung sebesar dengan nilai pertanggungan Rp8,4 miliar.

Kemudian, Gedung Kantor Pelayanan Pajak Pratama Cibinong Rp6,3 miliar, dan Gedung Kantor Pelayanan Pajak Pratama Bekasi Utara Rp1,5 miliar.

Gedung Kantor Pelayanan Pajak Pratama Bekasi Selatan dengan nilai pertanggungan sebesar Rp24,9 miliar, dan Balai Laboratorium Bea dan Cukai Tipe A Jakarta Rp9,5 miliar.

"Pada 3 Januari 2020, Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan telah melaporkan insiden banjir ini kepada konsorsium asuransi BMN," kata Isa, Jumat (20/1).

Isa menyatakan konsorsium asuransi BMN kini sedang melakukan pemeriksaan terhadap lima aset Kementerian Keuangan yang rusak tersebut. Ia mengaku belum mendapatkan laporan terkait total nilai kerugian dari kerusakan tersebut.

"Konsorsium asuransi BMN mengirim tim untuk melaksanakan pemeriksaan dan sedang mengkalkulasi apakah nilai kerugian atas BMN dapat dilakukan klaim atas kerugian asuransi," imbuh Isa.

Ia bilang pihaknya telah mengasuransikan 1.360 BMN dengan nilai aset Rp10,8 triliun dan premi Rp21 miliar. Aset yang diasuransikan berupa gedung dan bangunan.

Sebagai informasi, hujan deras mengguyur Jabodetabek pada awal tahun ini. Hal itu mengakibatkan banjir di Jabodetabek pada 1 Januari 2020 dan 2 Januari 2020.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Selasa (7/1) jumlah terdampak banjir, banjir bandang, dan longsor di Jabodetabek dan Lebak mencapai 155.190 kepala keluarga (kk) atau 511.471 jiwa.

Sementara korban meninggal sebanyak 67 jiwa dan korban hilang 1 orang. Jumlah pengungsi per kemarin sebanyak 3.865 kk atau 13.993 jiwa.
[Gambas:Video CNN]


(aud/bir)