Alokasi Subsidi Minyak Tetap, Meski Iran-AS Bersitegang

CNN Indonesia | Rabu, 15/01/2020 12:28 WIB
Alokasi Subsidi Minyak Tetap, Meski Iran-AS Bersitegang Kementerian Keuangan belum mengubah alokasi subsidi energi, meski ketegangan Iran-AS masih ada. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Keuangan belum mengutak-atik alokasi anggaran subsidi energi, meskipun tensi ketegangan hubungan AS dan Iran masih ada. Ketegangan tensi kedua negara sempat membuat harga minyak mentah dunia meroket.

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani mengatakan pihaknya masih perlu waktu untuk memantau kelanjutan hubungan kedua negara. Selain itu, Kementerian Keuangan juga masih perlu melihat perkembangan harga minyak mentah ke depan kalau sewaktu-waktu ketegangan meningkat.

"Belum (ada perubahan alokasi). Kami juga baru jalan kan, APBN baru jalan 15 hari. Kami lihat ke depan," ujarnya, Selasa (14/1).

Pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020, pemerintah mengalokasikan anggaran subsidi energi sebesar Rp124,9 triliun. Alokasi anggaran ini lebih rendah dari realisasi tahun lalu sebesar Rp136,9 triliun.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan alokasi anggaran subsidi energi tahun ini lebih rendah dari tahun sebelumnya karena mempertimbangkan kondisi ekonomi global. Misalnya, harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Oils Price/ICP).

"Anggaran subsidi turun akibat penurunan asumsi ICP, lifting minyak dan gas, serta penurunan cost recovery. Kemudian, ada penajaman sasaran pelanggan golongan 900 VA untuk subsidi listrik," kata Sri Mulyani, akhir tahun lalu.

Pada akhir tahun, pemerintah memperkirakan asumsi ICP berada di angka US$63 per barel. Kemudian, asumsi lifting minyak 755 ribu barel minyak per hari dan lifting gas 1,19 juta kiloliter setara minyak per hari.

Kendati begitu, harga minyak mentah di pasar internasional sejatinya sempat melonjak tinggi pada beberapa waktu lalu. Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Maret naik 31 sen ke level US$68,91 per barel.

Harga minyak Brent bahkan sempat menyentuh kisaran US$70 per barel pada awal sesi perdagangan dan mencetak posisi tertinggi dalam lebih dari tiga bulan terakhir. Sementara, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari naik 22 sen menjadi US$63,27 per barel.

Harga minyak mentah di pasar internasional meningkat berkat sentimen ketegangan hubungan AS-Iran. Hubungan keduanya memanas usai kematian perwira tinggi militer Iran Mayor Jenderal Qasem Soleimani akibat serangan drone AS di Baghdad, Irak.

Hal itu kemudian membuat Iran melancarkan serangan rudal balasan kepada pasukan militer AS di Iran. Namun, rudal tersebut rupanya mengenai pesawat Ukraine International Airlines, sehingga menewaskan 176 penumpang.

Kejadian itu membuat mahasiswa Iran turun ke jalan untuk meminta pemerintahnya memberi pertanggungjawaban. Situasi ini kemudian dimanfaatkan Presiden AS Donald Trump untuk ikut menyudutkan Iran dengan meminta rivalnya mengikuti pengusutan salah tembak pesawat tersebut.

[Gambas:Video CNN]


(uli/bir)