"Papua masih memiliki persentase kemiskinan yang tertinggi di mana persentase kemiskinannya 26,55 persen. Disusul oleh Papua Barat (21,51 persen)," ujar Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers, Rabu (15/1).
Selain di Papua dan Papua Barat, persentase kemiskinan di atas rata-rata nasional juga terjadi di NTT yang mencapai 20,62, Maluku 17,65, Gorontalo 15,31, Aceh 15, 01, Bengkulu 14,91, NTB 13,88, dan Sulawesi Tengah 13,18 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, hanya satu provinsi yang persentase kenaikannya naik yaitu Maluku Utara sebesar 0,14 persen poin menjadi 6,91 persen.
"Selalu terlihat, ketika angka kemiskinan suatu provinsi itu tinggi itu menurunkannya jauh lebih cepat dibandingkan provinsi yang persentasenya sudah di bawah 10 persen, itu jauh lebih lambat," ujarnya.
[Gambas:Video CNN]
Lebih lanjut, Suhariyanto mengingatkan persoalan kemiskinan bukan hanya sekedar berapa jumlah dan persentase penduduk miskin tetapi juga tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan.
"Kalau (kemiskinan) lebih dalam berarti untuk mengangkatnya lebih sulit. Idealnya kedalaman menurun dari waktu ke waktu," ujarnya.
Berdasarkan catatan BPS, indeks kedalaman kemiskinan turun dari 1,55 pada Maret 2019 menjadi 1,50 pada September 2019. Pada periode yang sama, indeks keparahan kemiskinan juga merosot dari 0,37 menjadi 0,36.