OJK Klaim Kinerja Asuransi 2019 Tak Kena Dampak Jiwasraya

CNN Indonesia | Kamis, 16/01/2020 18:43 WIB
OJK mengklaim realisasi kinerja asuransi tetap meningkat tak kena imbas kasus Jiwasraya. OJK mengklaim realisasi kinerja asuransi tetap meningkat tak kena imbas kasus Jiwasraya. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat presmi asuransi komersial per November 2019 sebesar Rp261,7 triliun. Angkanya naik 6,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp246,7 triliun.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengklaim realisasi kinerja ini membuktikan kalau persoalan beberapa perusahaan asuransi belakangan ini tak berimbas terhadap industri. Namun, ia tak menyebut secara spesifik masalah yang dimaksud.

"Kami ingin singgung premi asuransi masih tumbuh. Ini tidak terimbas berbagai isu yang sedang kami tangani," ucap Wimboh, Kamis (16/1).


Diketahui, terdapat sejumlah persoalan yang sedang mendera perusahaan asuransi beberapa waktu terakhir. Salah satunya, masalah likuiditas PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Perusahaan menunda pembayaran klaim jatuh tempo untuk produk saving plan sebesar Rp802 miliar pada Oktober 2018. Sementara, Kejaksaan Agung (Kejagung) menduga ada tindakan korupsi di tubuh Jiwasraya, sehingga keuangan perusahaan ambruk.

Kejagung telah menangkap lima tersangka yang diduga tersangkut kasus dugaan korupsi Jiwasraya. Mereka adalah mantan Direktur Utama Hendrisman Rahim, Mantan Kepala Investasi dan Divisi Keuangan Jiwasraya Syahmirwan, dan mantan Direktur Keuangan Jiwasraya Hary Prasetyo.

Sementara, dua tersangka lainnya dari pihak swasta yakni Direktur Utama PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro dan Presiden Komisaris PT Trada Alam Mineral Tbk Heru Hidayat.

Kejagung memprediksi dugaan kasus korupsi Jiwasraya merugikan negara sebesar Rp13,7 triliun per Agustus 2019. Angka itu berpotensi bertambah sejalan dengan pemeriksaan yang masih berlangsung.

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyatakan bakal menjelaskan dan meminta restu kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk membereskan masalah keuangan Jiwasraya bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani. Rencananya, pembahasan itu akan dilakukan pada 20 Januari 2020 mendatang.

Erick memaparkan sejumlah jurus yang disiapkan untuk membenahi keuangan Jiwasraya. Beberapa strateginya, antara lain membentuk holding asuransi, mencari investor strategis untuk anak usaha Jiwasraya, dan restrukturisasi produk polis perusahaan.

[Gambas:Video CNN]

(aud/age)