Ia mengatakan Jiwasraya belanja saham Hanson saat harganya Rp1.300 per lembar. Total dana yang dikeluarkan untuk pembelian mencapai Rp760 miliar.
Harga saham tersebut memang resmi di pasar modal. Tapi "Banyak yang menilai itu kemahalan," katanya seperti dikutip dari blognya, Kamis (16/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, harapan tersebut kandas. Harga saham Hanson yang tadinya Rp1.865 per lembar, terjun bebas tinggal Rp50.
"Betul-betul terjun bebas. Hanya dalam hitungan jam. Hitung sendiri berapa ratus miliar uang Jiwasraya hilang," katanya.
[Gambas:Video CNN]
Jiwasraya saat ini memang mengalami masalah keuangan. Masalah tersebut membuat mereka gagal membayarkan dana nasabah sampai dengan Rp12,4 triliun.
Dana tersebut merupakan akumulasi kewajiban pencairan klaim polis yang gagal dibayar perusahaan sampai periode Oktober-Desember 2019.
Usut punya usut, gagal bayar tersebut ternyata disebabkan oleh kesalahan Jiwasraya dalam menginvestasikan dana mereka. BPK beberapa waktu lalu menyebut Jiwasraya banyak menginvestasikan dana mereka di saham berkinerja buruk.
Saham tersebut adalah, PT BPD Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR), PT Semen Baturaja Tbk (SMBR), dan PT PP Properti Tbk (PPRO). Ketua BPK Agung Firman Sampurna menghitung kerugian Jiwasraya dari transaksi saham tersebut mencapai Rp4 triliun.
Selain kesalahan investasi, gagal bayar juga terjadi karena adanya dugaan praktik korupsi di tubuh perusahaan asuransi tertua di Indonesia tersebut. Kejaksaan Agung, saat ini tengah mengusut dugaan korupsi tersebut.
Beberapa waktu lalu, mereka telah menetapkan beberapa orang sebagai tersangka dalam kasus tersebut, salah satunya Benny Tjokrosaputro. Dahlan mengapresiasi langkah Kejaksaan Agung tersebut.
(agt)