Mengutip Antara, Jumat (17/1), minyak mentah berjangka Brent meningkat 62 sen atau 1 persen menjadi US$64,62 per barel. Sementara, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) naik 71 sen atau 1,2 persen menjadi 58,52 per barel.
AS dan China baru saja menandatangani perjanjian damai dagang fase pertama pada Rabu (15/1) waktu setempat. Hal itu menjadi penantian banyak pihak setelah perang dagang yang terjadi antara kedua negara sejak 2018 lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati begitu, sebagian pihak menilai China akan kesulitan memenuhi perjanjian itu. Dengan demikian, harga minyak bisa saja kembali tergelincir ke depannya.
Bahkan, sejumlah pihak dari sektor perdagangan berpendapat lonjakan pembelian produk energi dari AS dapat mengguncang aliran perdagangan minyak mentah global jika pasokan AS menekan saingannya keluar dari pasar impor minyak utama.
Di samping itu, Flynn menyatakan aktivitas manufaktur di wilayah Atlantik Tengah AS meningkat pada Januari hingga ke level tertinggi dalam delapan bulan terakhir. Hal ini dikutip dari laporan bank sentral Philadelphia.
Sebelumnya, harga minyak mentah dunia sempat terkoreksi pada perdagangan Rabu (15/1). Tercatat, minyak mentah berjangka Brent terkoreksi 49 sen atau 0,8 persen menjadi US$64 per barel dan WTI turun 42 sen atau 0,7 persen menjadi 57,81 per barel.
[Gambas:Video CNN] (aud/bir)