Kesepakatan Dagang AS-China Kerek Harga Minyak Mentah Dunia

CNN Indonesia | Jumat, 17/01/2020 07:14 WIB
Kesepakatan Dagang AS-China Kerek Harga Minyak Mentah Dunia Harga minyak mentah dunia naik lebih dari satu persen usai penandatanganan kesepakatan dagang AS-China. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa).
Jakarta, CNN Indonesia -- Harga minyak mentah dunia naik lebih dari satu persen pada perdagangan Kamis (16/1), waktu AS. Penguatan dipicu kemajuan kesepakatan dagang antara AS dan China, serta AS-Meksiko-Kanada.

Mengutip Antara, Jumat (17/1), minyak mentah berjangka Brent meningkat 62 sen atau 1 persen menjadi US$64,62 per barel. Sementara, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) naik 71 sen atau 1,2 persen menjadi 58,52 per barel.

AS dan China baru saja menandatangani perjanjian damai dagang fase pertama pada Rabu (15/1) waktu setempat. Hal itu menjadi penantian banyak pihak setelah perang dagang yang terjadi antara kedua negara sejak 2018 lalu.

Satu hari setelah penandatanganan tersebut, Senat AS juga menyetujui perubahan perjanjian perdagangan dengan Meksiko dan Kanada.

Senat AS sepakat untuk mengubah perjanjian perdagangan dengan Meksiko dan Kanada. Tepatnya, Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA) yang sudah berusia 26 tahun. Seluruh sentimen ini diproyeksi dapat mengerek permintaan dunia terhadap produk energi tahun ini.

Permintaan produk energi diramalkan meningkat lantaran terdapat poin yang mengharuskan China membeli sejumlah produk dari AS dalam perjanjian damai dagang fase pertama. Produk itu berupa minyak, gas alam cair, dan produk energi lainnya selama dua tahun dari AS dengan nilai lebih dari US$50 miliar.

Kendati begitu, sebagian pihak menilai China akan kesulitan memenuhi perjanjian itu. Dengan demikian, harga minyak bisa saja kembali tergelincir ke depannya.

Bahkan, sejumlah pihak dari sektor perdagangan berpendapat lonjakan pembelian produk energi dari AS dapat mengguncang aliran perdagangan minyak mentah global jika pasokan AS menekan saingannya keluar dari pasar impor minyak utama.

"Kami memiliki kesepakatan perdagangan AS dengan China kemarin dan sekarang Anda mendapat perdagangan AS dengan Meksiko melalui senat. Jadi, saya pikir optimisme seputar permintaan meningkat secara eksponensial sekarang," kata Analis Price Futures Group Phil Flynn.

Di samping itu, Flynn menyatakan aktivitas manufaktur di wilayah Atlantik Tengah AS meningkat pada Januari hingga ke level tertinggi dalam delapan bulan terakhir. Hal ini dikutip dari laporan bank sentral Philadelphia.

Sebelumnya, harga minyak mentah dunia sempat terkoreksi pada perdagangan Rabu (15/1). Tercatat, minyak mentah berjangka Brent terkoreksi 49 sen atau 0,8 persen menjadi US$64 per barel dan WTI turun 42 sen atau 0,7 persen menjadi 57,81 per barel.
[Gambas:Video CNN]


(aud/bir)