Kasus Jiwasraya, Jokowi Utamakan Pembayaran Dana Rakyat Kecil

CNN Indonesia | Jumat, 17/01/2020 15:20 WIB
Kasus Jiwasraya, Jokowi Utamakan Pembayaran Dana Rakyat Kecil Jokowi akan fokus mengembalikan dana nasabah Jiwasraya dari kalangan rakyat kecil. (Dok. BUMN Jiwasraya)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan akan fokus menyelesaikan masalah PT Asuransi Jiwasraya (Persero) pada pengembalian dana nasabah dari kalangan rakyat kecil. Namun, ia mengaku tidak memiliki target waktu kapan sekiranya masalah selesai.

"Tidak ada (target kapan masalah Jiwasraya selesai), target saya yang penting selesai, terutama nasabah rakyat kecil," ucap Jokowi di Istana Merdeka, Jumat (17/1).

Kepala negara kembali menekankan bahwa ia telah menginstruksikan Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati untuk menyelesaikan masalah tersebut. Bahkan, Jokowi juga meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mereformasi seluruh lembaga jasa keuangan nonbank di Indonesia, mulai dari perusahaan asuransi dan dana pensiun.


Reformasi akan dilakukan mulai dari sisi peraturan, pengawasan, hingga permodalan. Hal itu diperintahkannya karena ia mencatat sudah lama tidak ada perombakan di industri ini usai kebijakan reformasi perbankan di era 2000-2005 silam.

"Tapi saya sampaikan, ini sakitnya sudah lama, sehingga tidak bisa sehari, dua hari selesai. Beri waktu kepada OJK, Menteri Keuangan, dan Menteri BUMN, kami perlu waktu, tapi insyaAllah selesai," tekannya.

Masalah keuangan Jiwasraya muncul ketika perusahaan gagal membayar klaim polis nasabah senilai Rp802 miliar pada Oktober 2018. Hal ini disebabkan karena 'seretnya' likuiditas perusahaan.

Penundaan bayar itu kemudian menjadi bumerang. Sebab, perusahaan kini memiliki kewajiban pembayaran klaim dan bunga kepada nasabah mencapai Rp12,4 triliun.

Di sisi lain, masalah juga muncul karena perusahaan asuransi negara itu menempatkan investasi pada saham-saham 'gorengan'. Salah penempatan ini membuat perusahaan terindikasi kerugian mencapai Rp10,4 triliun.

[Gambas:Video CNN]
Dari masalah ini, Erick mengaku sudah mengantongi beberapa jurus untuk membenahi masalah Jiwasraya. Pertama, membentuk holding perusahaan asuransi dengan target perolehan dana sebesar Rp1,5 triliun sampai Rp2 triliun.

Secara jangka panjang, sambungnya, pembentukan holding akan menghasilkan tambahan likuiditas mencapai Rp8 triliun pada empat tahun ke depan. Tak hanya itu, aset perusahaan tentu juga ikut bertambah sehingga bisa menjadi pemasukan bagi perusahaan.

"Lalu ada aset saham yang hari ini sudah dideteksi, valuasinya sampai Rp2 triliun sampai Rp3 triliun. Dengan konsep saving plan bisa berjalan," katanya.

Kedua, mencari investor untuk bergabung dengan anak usaha perusahaan, PT Jiwasraya Putra. Targetnya, jurus ini bisa menghasilkan tambahan likuiditas bagi perusahaan asuransi negara sekitar Rp1 triliun sampai Rp3 triliun.

Ketiga, restrukturisasi produk polis perusahaan. Produk polis yang berbunga terlalu tinggi akan dirasionalkan, sehingga memberikan bunga yang normal.

"Kalau itu bunga beneran, ya cash flow-nya bisa terjamin. Dengan itu semua, dana terkumpul dan akan dikembalikan (ke nasabah) secara bertahap," imbuhnya.

(uli/agt)