"Kalau ditanya ada ruang penurunan suku bunga acuan? Iya. Tapi apakah akan kami gunakan? Tunggu dulu. Kami akan update terus," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo, Kamis (23/1).
Menurut Perry, bank sentral nasional perlu terus mengikuti perkembangan ekonomi global dan nasional dalam menentukan keputusan ini. Meski begitu, ia menekankan BI akan terus berusaha mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang akomodatif guna menstimulus laju ekonomi domestik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan empat kali penurunan itu, BI 7DRR kini berada di tingkat 5 persen. Sementara tingkat suku bunga deposit facility dan bunga lending facility masing-masing di 4,25 persen dan 5,75 persen.
Sementara pada Januari 2020, BI kembali menahan tingkat suku bunga acuan di 5 persen. Hal itu dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi global dan nasional.
[Gambas:Video CNN]
Perry mengatakan keputusan ini dipengaruhi oleh prospek pemulihan ekonomi global yang mampu menurunkan ketidakpastian. Pemulihan didukung oleh pertumbuhan ekonomi dari beberapa negara dan prospek positif di industri manufaktur di dunia.
"Ditopang pula oleh perkembangan kesepakatan dagang antara Amerika Serikat dan China," ucapnya.
Pemulihan tersebut membuat aliran modal asing masuk ke negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Hal ini turut memberi sentimen positif bagi laju pertumbuhan ekonomi nasional.
Lihat juga:BI Respons Wacana Pembubaran OJK |