"(Pesan untuk Garuda) lebih baik, supaya lebih Good Coorporate Governance (GCG), menyelesaikan masalah manajerial terutama," kata Budi di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) di Jakarta, Kamis (23/1).
Menurut Budi, Garuda memiliki keunggulan dari sisi teknis namun perseroan menanggung 'beban masa lalu' sisi manajerial perseroan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Erick Thohir Minta Yenny Wahid Permak Garuda |
Selain itu, Budi kemudian mengomentari hubungan antar maskapai. Ia mengimbau agar seluruh maskapai, termasuk Garuda, untuk berkolaborasi dalam menjalankan bisnisnya.
"Semua maskapai harus berkolaborasi. Enggak mungkin Garuda sendiri dan enggak mungkin yang lain sendiri. Jadi mereka bisa punya positioning sendiri, dan bisa buat rencana ke depan sendiri,"
"Nanti kami atur, bagaimana pricing-nya segala macem. (Contohnya) Kalau mau cari tiket murah, mestinya dari kapasitas 100 persen itu, selama ini 30 persen kosong. Kenapa tidak dijual tiga bulan sebelumnya? Tapi saya pikir teman-teman Garuda punya cara yang baik," imbuhnya.
Kendati demikian, Budi secara pribadi menilai positif atas jejeran direksi ataupun komisaris yang kini menakhodai Garuda. Menurut Budi, Direktur Utama (dirut) Garuda Irfan Setiaputra memiliki kapasitas dalam memimpin maskapai pelat merah itu.
"Komisaris dan direksi Garuda ini adalah orang-orang profesional. saya harapkan, para direksi, komisaris dapat bekerja dengan baik," tuturnya.
[Gambas:Video CNN]
Selanjutnya, ia akan bertemu jejeran direksi dan komisaris Garuda di kantornya pada Jumat (24/1) esok.
"Besok jam satu (direksi Garuda) akan ke kantor saya. Untuk bicara," ungkapnya.
Sayangnya, Budi tak menyebut lebih jauh terkait hal apa yang akan dibicarakan pada pertemuan itu.