Sentimen Virus Corona, Harga Emas Tembus Rp774 Ribu per Gram

CNN Indonesia | Senin, 27/01/2020 10:08 WIB
Harga jual emas Antam naik Rp6.000 per gram ke posisi Rp774 ribu per gram pada Senin (27/1). Harga jual emas Antam naik Rp6.000 per gram ke posisi Rp774 ribu per gram pada Senin (27/1). (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Harga jual emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam berada di posisi Rp774 ribu per gram pada Senin (27/1) atau naik Rp6.000 dari Rp768 ribu per gram pada Sabtu (25/1). Begitu pula dengan harga pembelian kembali (buyback) meroket Rp7.000 dari Rp683 ribu menjadi Rp690 ribu per gram pada hari ini.

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp411,5 ribu, 2 gram Rp1,49 juta, 3 gram Rp2,22 juta, 5 gram Rp3,69 juta, 10 gram Rp7,31 juta, 25 gram Rp18,18 juta, dan 50 gram Rp36,28 juta.

Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp72,5 juta, 250 gram Rp181 juta, 500 gram Rp361,8 juta, dan 1 kilogram Rp723,6 juta.


Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

Pada perdagangan internasional, harga emas berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX berada di posisi US$1.587,1 per troy ons atau menguat 0,56 persen. Begitu pula dengan harga emas di perdagangan spot naik 0,59 persen ke US$1.580,74 per troy ons pada pagi ini.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan harga emas di pasar internasional akan menguat pada hari ini berkat kekhawatiran wabah virus corona dari China. Pasalnya, sejumlah negara sudah mengonfirmasi terkena penyebaran virus tersebut.

Negara-negara itu, yakni China, Taiwan, Nepal, Jepang, Korea Selatan, Thailand, Vietnam, Malaysia, Singapura, Australia, Prancis, hingga Amerika Serikat.

"Sepanjang akhir pekan berita kenaikan jumlah kematian dan negara yang dimasuki virus Corona bertambah. Ini menjadi pemicu kenaikan harga emas karena pasar mencari aset aman," ujar Ariston kepada CNNIndonesia.com, Senin (27/1).

Ariston memproyeksi harga emas di pasar internasional akan menguat ke rentang US$1.570 sampai US$1.600 per troy ons. Padahal, di pekan lalu, harga emas hanya bergerak di kisaran US$1.550 sampai US$1.570 per troy ons.

"Selain itu ketegangan di Timur Tengah dengan berita kedutaan besar AS tertembak rudal juga menambah kekhawatiran," tandasnya.

[Gambas:Video CNN]


(uli/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK