Sri Mulyani Pernah Dipermalukan Karena Angka Stunting Tinggi

CNN Indonesia | Kamis, 30/01/2020 18:47 WIB
Menkeu Sri Mulyani pernah dipermalukan oleh pejabat Bank Dunia karena angka stunting di RI tinggi. Menkeu Sri Mulyani pernah dipermalukan oleh pejabat Bank Dunia karena angka stunting di RI tinggi. (CNN Indonesia/ Bisma Septalisma).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Keuangan Sri Mulyani mengaku pernah dipermalukan oleh pejabat Bank Dunia karena tingginya angka stunting alias gizi kronis di Indonesia. Pengalaman itu dirasakannya saat menduduki jabatan direktur pelaksana Bank Dunia pada 2010-2016.

Kisah ini dibagikan Ani, panggilan akrab Sri Mulyani, saat menghadiri acara pemaparan kondisi masyarakat kelas menengah Indonesia dari Bank Dunia di Soehana Hall, Jakarta, pada Kamis (30/1).

Kala itu, ia bercerita Bank Dunia yang masih dipimpin oleh Jim Yong Kim merupakan seorang dokter, sehingga sangat perhatian pada masalah di bidang kesehatan masyarakat, termasuk stunting di Tanah Air.


"Dia (Kim) bilang negara kamu adalah salah satu di peringkat tertinggi stunting di dunia. Saya bingung apa itu stunting? Setelah itu saya dipermalukan terus sama Kim," ungkap Ani, Kamis (30/1).

Padahal, ia mengaku waktu itu belum mengetahui soal seluk beluk stunting, meski tingkat stunting di Indonesia sudah mencapai 38 persen. Artinya, cukup banyak anak di dalam negeri yang menderita kekurangan gizi sejak lahir.

"Dia bilang, Sri Mulyani kamu harus buat sesuatu untuk negara kamu. Padahal, Bank Dunia mengurus banyak negara, tapi saya disuruh mengurusi negara saya," katanya.

Sejak saat itu, katanya, ia terus mencari tahu soal stunting. Ia kemudian menyampaikan persoalan ini kepada Jusuf Kalla yang kala itu menjabat sebagai wakil presiden di era Presiden Indonesia ketujuh Joko Widodo (Jokowi).

Tujuannya, agar pemerintah memberi perhatian terhadap persoalan stunting dan mengeluarkan kebijakan yang tepat. "Saya bilang pak tahu tidak soal stunting. Beliau bilang tahu, kuntet kan. Saya bilang pak jangan sampai sudah dua kali (jadi wapres) stunting tinggi, sejak saat itu pak wapres perhatian terhadap stunting," tuturnya.

Sejak saat itu, menurutnya, Indonesia terus menaruh perhatian pada penurunan stunting melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas. Selain itu, Kementerian Keuangan pun turut memberi dukungan dengan anggaran di bidang kesehatan.

Saat ini, tingkat stunting Indonesia sekitar 27,67 persen. Namun, Jokowi ingin tingkat stunting bisa ditekan hingga 14 persen.

[Gambas:Video CNN]

(uli/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK