OJK Temukan 120 Fintech Ilegal pada Januari 2020

CNN Indonesia | Jumat, 31/01/2020 13:30 WIB
Satgas Waspada Investasi OJK menemukan 120 fintech dengan skema P2P lending sepanjang Januari 2020. Satgas Waspada Investasi OJK menemukan 120 fintech dengan skema P2P lending sepanjang Januari 2020. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Satgas Waspada Investasi menemukan 120 perusahaan finansial berbasis teknologi (fintech) berskema pinjam meminjam (peer to peer lending) ilegal pada Januari 2020. Semua fintech itu tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam Lumban Tobing mengatakan para fintech ilegal ini beroperasi melalui situs, aplikasi, hingga penawaran melalui SMS. Untuk itu, masyarakat diminta agar terus waspada pada penawaran-penawaran semacam ini.

"Bahayanya jika meminjam di fintech peer to peer lending ilegal masyarakat bisa jadi korban ancaman dan intimidasi jika menunggak pinjaman," ujar Tongam dalam keterangan resmi, Jumat (31/1).


Secara total, Satgas Waspada Investasi telah menghentikan 1.494 fintech peer to peer ilegal pada 2019. Sementara yang sudah ditangani mencapai 2.018 entitas sejak 2018 hingga Januari 2020.

Selain itu, Satgas juga menghentikan 28 entitas usaha yang diduga melakukan kegiatan usaha tanpa izin dari otoritas yang berwenang. Bahkan, kehadiran entitas ini juga berpotensi merugikan masyarakat.

Ia merinci 28 entitas ini terdiri dari 13 perdagangan forex tanpa izin, tiga penawaran pelunasan utang, dua investasi money game, dua equity crowdfunding ilegal, dan dua multi level marketing tanpa izin. Kemudian, ada pula satu investasi sapi perah, satu investasi properti, dan satu pegadaian tanpa izin.

"Sisanya, satu platform iklan digital, satu investasi cryptocurrency tanpa izin, dan satu koperasi tanpa izin," ungkapnya.

Di sisi lain, ia menyatakan ada tiga entitas yang pernah ditangani Satgas, namun kini sudah berizin resmi. Mereka adalah PT Dxplor Duta Media, PT Indonesia Wijaya Sejahtera, dan PT Makin Jaya Agung.

"Izin usaha ini untuk melakukan kegiatan penjualan produk dengan sistem penjualan langsung," katanya.

Kemudian, Satgas juga memulihkan aplikasi Yayasan Beruang Cerdas Indonesia. "Mereka telah membuktikan bahwa kegiatannya bukan merupakan fintech lending, sehingga dilakukan normalisasi atas aplikasi yang telah diblokir," terangnya.

Kendati begitu, dengan maraknya kehadiran fintech ilegal, Tongam meminta masyarakat tidak segan melaporkan dugaan operasional fintech ilegal ke Satgas. Warung Waspada Investasi pun dibuka di The Gade Coffe & Gold, Jakarta Pusat setiap pukul 09.00 hingga 11.00 WIB.

Masyarakat juga bisa melapor melalui saluran komunikasi seperti Kontak OJK 157, email konsumen@ojk.go.id atau waspadainvestasi@ojk.go.id.

[Gambas:Video CNN]


(uli/age)