Mengutip Antara, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Maret merosot 13 sen menjadi US$58,16 per barel. Sementara, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret turun 58 sen ke level US$50,97 per barel.
Hingga Sabtu (1/2), 259 orang dinyatakan tewas karena virus corona. Virus tersebut juga menginfeksi hampir 12 ribu orang atau melebihi orang yang terinfeksi SARS sebanyak 8.098 orang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perusahaan di China berencana kembali bekerja pada Jumat (31/1) setelah liburan Tahun Baru Imlek selama sepekan. Tetapi, pihak berwenang memerintahkan aktivitas bisnis untuk tutup lebih lama guna menahan penyakit menular ini.
Selain itu, analis memprediksi virus yang berasal dari Wuhan, China ini berpotensi mengurangi permintaan minyak China lebih dari 250 ribu barel per hari (bph) pada kuartal pertama 2020.
"Kartel minyak siap bertindak lagi jika perlu tetapi menerima kerugian jangka pendek. Dengan harapan bahwa konsekuensi ekonomi tidak akan seburuk yang ditakuti orang dan (harga) akan bangkit kembali," kata analis pasar senior di OANDA Craig Erlam.
[Gambas:Video CNN]
(ulf/age)