DPR Sindir Sepak Terjang Ahok di Pertamina

CNN Indonesia | Senin, 03/02/2020 14:23 WIB
DPR Sindir Sepak Terjang Ahok di Pertamina Anggota DPR dari Fraksi Gerindra menyindir sepak terjang Ahok di Pertamina dengan menyebutnya komut rasa dirut. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade menyindir sepak terjang Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di PT Pertamina (Persero). Sindiran ia arahkan terhadap kinerja Ahok sebagai komisaris utama perusahaan minyak negara tersebut.

Menurutnya, sebagai komisaris utama, Ahok justru lebih banyak tampil di depan publik ketimbang Dirut Pertamina Nicke Widyawati.

"Saya kira ada Pak Ahok tadi. Karena yang tampil biasanya Pak Ahok, mungkin ada komisaris rasa dirut," katanya saat rapat dengar pendapat dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor energi, Senin (3/2). 


Andre berharap Kementerian BUMN segera mencermati sepak terjang Ahok tersebut. Ia menekankan kewenangan bicara dalam sebuah perseroan dimiliki oleh direktur utama, bukan komisaris utama seperti Ahok.

"Saya berharap ke depan itu disampaikan Pak Wamen, jangan terlalu majulah jangan sampai orang bicara ada komisaris rasa dirut," katanya.

Untuk diketahui, pemerintahan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu menunjuk Ahok  menjadi Komisaris Utama Pertamina. Tak hanya menduduki posisi Komisaris Utama, Ahok juga dipercaya sebagai Komisaris Independen Pertamina.

Ketika menjabat, Ahok beberapa kali mengikuti rapat penting. Ia pernah menyambangi Presiden Joko Widodo bersama Nicke.

Ia juga pernah menemui Kepala Staf Kepresidenan  Moledoko  dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan. 

[Gambas:Video CNN]
Saat bertemu dengan Moeldoko, Ahok menyatakan ingin mengajak diskusi mantan Panglima TNI tersebut tentang keinginan Jokowi menyelesaikan masalah minyak dan gas.

Ia menyatakan ingin segera melaksanakan keinginan Jokowi untuk menggigit mafia migas.

Ahok mengklaim Jokowi dan pemerintahannya sebetulnya sudah mengetahui pihak-pihak yang bermain di migas. "Kami semua, presiden sudah tahu semua. Pak Moeldoko juga sudah tahu. Kalian juga lebih tahu. Lo mancing-mancing aja," ujarnya. 





(ulf/agt)