Virus Corona, China Gelontorkan Dana Rp2.422 T ke Pasar

CNN Indonesia | Selasa, 04/02/2020 06:51 WIB
Bank sentral China menggelontorkan uang Rp2.422 triliun ke pasar untuk meningkatkan likuiditas di pasar yang kering akibat Virus Corona. Imbas Virus Corona, Bank Sentral China Suntik US$173 Miliar ke Pasar. ( AFP PHOTO / STR)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bank sentral China, People's Bank of China (PBOC) menyuntikkan dana ke pasar uang untuk meningkatkan likuiditas di tengah wabah Virus Corona. Tak tanggung-tanggung, jumlah dana yang disiapkan untuk memompa kembali ekonomi China sebesar 1,2 triliun yuan China setara US$173 miliar, atau Rp2.422 triliun (mengacu kurs Rp14 ribu).

Mengutip AFP, bank sentral China mengucurkan dana tersebut melalui operasi reverse repurchase pada Senin (3/2) waktu setempat. Operasi pasar dilakukan bertepatan dengan pembukaan pasar keuangan usai liburan Tahun Baru Imlek yang diperpanjang akibat Virus Corona. Mereka berupaya mempertahankan likuiditas dalam sistem perbankan dan menjaga stabilitas pasar uang selama wabah Corona menyerang.

Dengan gelontoran dana itu, PBOC memperkirakan seluruh likuiditas dalam sistem perbankan akan terjaga di posisi 900 miliar yuan setara US$129 miliar. Tingkat likuiditas ini lebih besar dari periode yang sama tahun lalu.

Tak hanya menyuntikkan uang, bank sentral China juga melakukan berbagai dukungan moneter lainnya. Pada Sabtu (2/2) waktu setempat mereka mengumumkan memberikan pelonggaran moneter dan kredit bagi perusahaan yang ikut serta memerangi Virus Corona, seperti perusahaan medis.


PBOC juga mendesak lembaga jasa keuangan untuk memastikan kecukupan sumber kredit bagi rumah sakit dan unit penelitian medis.

Dorongan ekonomi juga diberikan oleh pemerintah China. Pihak berwenang telah melonggarkan tarif atas barang-barang impor yang digunakan untuk memerangi virus mematikan tersebut. Termasuk, barang impor dari AS yang merupakan 'musuh' dagang China dalam dua tahun terakhir.

Hingga Minggu (2/2), Pemerintah China melaporkan korban tewas akibat virus corona menjadi 361 orang. Pemerintah juga mengonfirmasi kasus wabah virus corona di Hubei bertambah 2.013 dalam sehari dan menjadikannya lebih dari 16.600 kasus.

[Gambas:Video CNN]


Pukulan Jangka Pendek

Sementara itu, Komisi Regulator Sekuritas China memprediksi bahwa dampak negatif virus corona pada pasar bersifat jangka pendek dan tidak akan mempengaruhi pasar dalam jangka panjang.

Namun demikian, Virus Corona telah menjadi pukulan bagi sektor perjalanan dan pariwisata China. Pasalnya, guna membatasi penyebaran wabah, acara skala besar dibatalkan, tempat-tempat umum ditutup, dan masyarakat diminta tetap di rumah.

Pemerintah Negeri Tirai Bambu telah menyarankan warganya untuk menunda perjalanan dan membatalkan tur kelompok di luar negeri dan domestik. Sejalan dengan itu, negara-negara lain juga melarang warga mereka untuk berkunjung ke China sementara waktu, termasuk Indonesia.

Selain sektor pariwisata, manufaktur China juga ikut terkena dampak Virus Corona. Perusahaan teknologi raksasa seperti Foxconn asal Taiwan menutup pabrik-pabriknya di China hingga pertengahan Februari.

Lebih lanjut, Toyota, IKEA, Starbucks, Tesla, McDonald's dan Volkswagen juga latah menghentikan produksi dan menutup outletnya di China. Raksasa teknologi, Tencent mengimbau stafnya untuk bekerja di rumah hingga 10 Februari.

(ulf/agt)