"Trans Jawa itu ada ruas seperti Cirebon-Cikampek, dan itu semua sudah menghasilkan (keuntungan), Mojokerto, itu sudah menghasilkan," kata Agus di Jakarta, Jumat (7/2).
Selain memberikan keuntungan, ia juga mengatakan IPO dilakukan karena nilai aset anak perseroan dari Tol Trans Jawa sendiri sudah cukup tinggi. Data yang dimiliki perusahaan, nilai aset anak usaha tersebut mencapai 40 persen hingga 50 persen dari total aset perusahaan induk.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan IPO teresebut, Agus berharap akan menjadi pundi-pundi untung perseroan yang bakal memudahkan pembiayaan lebih lanjut.
"Soalnya kalau dibandingkan dengan pembiayaan secara konvensional atau melalui perbankan, maka tenggat waktu pengembalian dana lebih pendek dibanding perbankan yang mencapai 10 tahun untuk kebutuhan dana dalam jumlah besar," jelasnya.
[Gambas:Video CNN]
Lebih lanjut, ia menyebut langkah-langkah selanjutnya yang dapat diambil perusahaan adalah dengan terus melakukan evaluasi, untuk melihat potensi-potensi pendapatan lain yang dapat digarap.
Agus menilai, metode IPO merupakan salah satu yang dapat terus dilakukan oleh Jasa Marga.
"Jadi misalnya begini, kalau di ruas tertentu, Jasa Marga membutuhkan pendanaan. Tapi, kami mayoritasnya sangat besar, tidak apa-apa tuh kami lepas sedikit tapi yang penting tetap pegang mayoritas," pungkasnya.