Wakil Erick Thohir Sentil Rencana Bisnis Telkom

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Rabu, 12/02/2020 13:29 WIB
Wakil Erick Thohir Sentil Rencana Bisnis Telkom Wamen BUMN menilai pendapatan Telkom mendatar. Padahal, belanja modal terus meningkat. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin mempertanyakan rencana bisnis jangka panjang PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. Pasalnya, perusahaan pelat merah tersebut memiliki profit di atas Rp20 triliun.

Namun, Budi menilai pendapatannya mendatar sementara belanja modal meningkat. Sehingga, Budi mempertanyakan rencana Telkom di masa mendatang.

"Saya punya handphone, setiap bulan saya bayar ke mereka (Telkom) Rp1 juta hingga Rp1,5 juta. Tapi saya bayar per bulan ke perusahaan-perusahaan yang berdiri di atas infrastruktur mereka (Telkom) bisa sampai Rp2 juta hingga Rp3 juta per bulan, saya pelanggan Spotify, Google Drive, iCloud. Saya menghabiskan banyak uang dibandingkan saya bayar ke sana," paparnya, seperti dikutip dari Antara, Rabu (12/2).


Vice President Corporate Communication PT Telekomunikasi Indonesia Arif Prabowo  belum bisa dimintai tanggapan atas sentilan Budi  karena sedang ada acara.

"Nanti ya. Saya masih ada acara," katanya singkat.

Selain Telkomsel, Budi Gunadi pun memberikan catatan untuk PT Pertamina (Persero).

Menurut Budi, perseroan sedang membangun kilang minyak senilai US$58 miliar atau sekitar Rp800 triliun demi mengurangi impor BBM. Pasalnya, Indonesia masih impor BBM sekitar 16,7 juta KL per tahun.

"Energi itu juga mengalami infleksi (perubahan peradaban zaman). Sistem energi dunia awalnya untuk makan, dan terus berubah seiring dengan penemuan motor bakar, yakni merubah energi menjadi gerak. Mengubah secara masif industri transportasi di dunia, tadinya naik kuda menjadi naik mobil, berjalan naik pesawat," paparnya.

Saat ini, lanjut dia, peradaban anak muda di dunia mulai berubah. Hal yang menjadi salah satu perhatian adalah isu lingkungan.

"Tadinya, senang pakai mobil dengan kapasitas CC tinggi dan boros, lalu berubah menjadi mobil kecil, atau listrik karena ramah lingkungan. Kalau itu terjadi sebelum 30 tahun, akibatnya adalah investasi Rp800 triliun akan menghasilkan produk yang tidak akan dipakai," ucapnya.

Ia berpesan sebagai BUMN dapat terus mengamati setiap perubahan peradaban zaman.

"Sebagai pengusaha kita harus bisa mengantisipasi, karena pada saat itulah banyak bisnis-bisnis yang mati dan pada saat itu juga ditemukan banyak kesempatan pada bisnis bisnis baru," kata Budi.

Rencana Jangka Panjang

Budi pun meminta BUMN agar memiliki rencana bisnis jangka panjang yang selaras dengan pemerintah. Saat ini, Budi memegang BUMN yang bergerak di bidang industri dan meminta BUMN yang di bawahnya untuk menyampaikan rencana jangka panjang dalam lima tahun.

"Rencana ke depan seperti apa? Di dalam kehidupan, akan terjadi suatu titik infleksi, di mana akan terjadi perubahan yang signifikan dari suatu peradaban. Sebagai suatu entitas bisnis kita harus selalu antisipasi karena pada saat di titik infleksi itu akan ada bisnis yang hilang tapi juga ada bisnis yang menggeliat dan tumbuh dengan pesat. Infleksi peradaban mungkin mengubah industri mereka," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN] (age/agt)