Staf Ahli Kemenko Perekonomian Raden Edi Prio Pambudi menyatakan pemerintah sedang mengkaji untuk menggelar festival belanja secara daring (online). Hal ini dilakukan guna menggairahkan kembali hasrat belanja masyarakat.
"Kami bertemu dengan pekerja seni, tolong dong mereka buat kegiatan. Tadinya mau dibuat pada Juni tapi kami minta bisa tidak dimajukan supaya ada kegiatan yang memancing orang mau belanja," ujar Edi, Kamis (13/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, khusus kuartal IV 2019, ekonomi Indonesia hanya tumbuh 4,97 persen. Tingkat konsumsi rumah tangga pada periode itu juga melambat hingga di bawah 5 persen, yakni 4,97 persen. Maka itu, festival belanja online diharapkan bisa membangkitkan keinginan masyarakat untuk belanja.
Terlebih, kata dia, pemerintah juga berupaya menggelontorkan belanja bantuan sosial (bansos) lebih cepat pada awal tahun. Ini khususnya untuk Program Keluarga Harapan (PKH).
Sementara itu, Deputi Bidang Strategis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Raden Kurleni Ukar mengatakan pihaknya mengusulkan kepada kementerian/lembaga (K/L) untuk membuat kunjungan kerja atau rapat di kawasan pariwisata di Indonesia. Ini khususnya ke daerah yang sering dikunjungi turis China, seperti Bali, Bintan, dan Sulawesi Utara.
"Kami koordinasi dengan kementerian-kementerian. Banyak hal yang sedang digodok dan kami usulkan," katanya.
Selain itu, pemerintah juga berupaya meningkatkan kerja sama dengan maskapai di luar negeri agar melakukan penerbangan langsung ke Indonesia. Dengan demikian, ada pengganti dari disetopnya penerbangan dari dan ke China untuk saat ini.
Kemudian, Kementerian Perhubungan sebelumnya juga sudah memerintahkan pihak maskapai menjual tiket dengan harga murah untuk wilayah-wilayah tertentu, seperti Bali, Bintan, dan Sulawesi Utara. Lalu, Kementerian Keuangan juga sedang menggodok pemberian insentif untuk sektor pariwisata demi menjaga ekonomi domestik.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan ekonomi Indonesia akan ikut terpukul oleh penyebaran wabah Virus Corona. Ini artinya, ekonomi domestik berpotensi kembali melambat tahun ini.
"Ya, apapun perlambatan perekonomian dunia itu pasti, semua menyampaikan hal yang sama. Kami berkata apa adanya, ini juga termasuk Indonesia (sebagai negara yang terkena imbas dari Virus Corona)," kata Jokowi.
[Gambas:Video CNN]
(aud/age)