Berdasarkan data Bea Cukai impor dari China turun pada pekan kelima Januari 2020 bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Namun, Direktur Kepabeanan Internasional Dan Antar Lembaga Bea dan Cukai Syarif Hidayat membantah jika penurunan angka impor dari China karena virus corona mewabah di Wuhan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penurunan impor dari China berlanjut hingga pekan pertama Februari 2020. Tercatat, ada penurunan impor dari Negeri Tirai Bambu sebesar 28,62 persen.
Hal ini terjadi terutama untuk impor barang-barang konsumsi yang turun hingga 46,83 persen. Kemudian, impor bahan baku dan penolong melorot 31,43 persen dan barang-barang modal sebesar 11,52 persen.
Penurunan impor ini sejalan dengan merosotnya pengiriman barang ke Indonesia dari empat pelabuhan besar di China pada Februari 2020 dibandingkan dengan Februari 2019. Pelabuhan itu, antara lain Pelabuhan Qingdao, Pelabuhan Xingang, Pelabuhan Dalian, dan Pelabihan Shanghai.
Ia merinci penurunan aktivitas impor paling besar terjadi di Pelabuhan Shanghai sebesar 72,37 persen. Diikuti Pelabuhan Dalian sebesar 67,77 persen, Pelabuhan Qingdao sebesar 61,83 persen, dan Pelabuhan Xingang sebesar 38,11 persen.
Sementara, aktivitas pengiriman barang ke Indonesia dari dua pelabuhan besar lainnya di China terlihat masih meningkat. Pelabuhan tersebut adalah Lianyungang dan Zhangjiagang yang masing-masing naik 60,54 persen dan 13,43 persen.
[Gambas:Video CNN]
(aud/bir)