Bantah Karena Virus Corona, Impor dari China Rontok 39 Persen

CNN Indonesia | Jumat, 14/02/2020 07:26 WIB
Ditjen Bea Cukai menyebut impor barang dari China turun 39 persen. Tapi penurunan bukan karena wabah Virus Corona. Ditjen Bea Cukai menyebut impor barang dari China turun bukan karena wabah virus corona. Ilustrasi ekspor-impor. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan).
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyebut impor barang dari China ke Indonesia rontok 39,6 persen. Namun, Bea Cukai membantah jika penurunan angka impor karena wabah virus corona.

Berdasarkan data Bea Cukai impor dari China turun pada pekan kelima Januari 2020 bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun, Direktur Kepabeanan Internasional Dan Antar Lembaga Bea dan Cukai Syarif Hidayat membantah jika penurunan angka impor dari China karena virus corona mewabah di Wuhan.


Menurut dia, pengiriman barang dari China pada pekan kelima Januari 2019 lalu tinggi karena ada lonjakan impor komoditas minyak mentah.

Tak hanya itu, impor mesin, alat berat, dan telepon juga disebut-sebut tinggi pada pekan kelima Januari tahun lalu.

"Memang ada perubahan pada dua pekan sebelum dan sesudah Tahun Baru Imlek. Ini siklus tahunan, selalu turun saat Imlek. Selain itu, perdagangan global juga belum pulih," terang Syarif, Kamis (13/2).

Penurunan impor dari China berlanjut hingga pekan pertama Februari 2020. Tercatat, ada penurunan impor dari Negeri Tirai Bambu sebesar 28,62 persen.

Hal ini terjadi terutama untuk impor barang-barang konsumsi yang turun hingga 46,83 persen. Kemudian, impor bahan baku dan penolong melorot 31,43 persen dan barang-barang modal sebesar 11,52 persen.

Syarif mengaku akan terus memantau aktivitas impor China ke Indonesia ke depannya. "Sekarang memang terjadi banyak hal, tapi mungkin bukan dari hal-hal yang berhubungan dengan Virus Corona," imbuh dia.

Penurunan impor ini sejalan dengan merosotnya pengiriman barang ke Indonesia dari empat pelabuhan besar di China pada Februari 2020 dibandingkan dengan Februari 2019. Pelabuhan itu, antara lain Pelabuhan Qingdao, Pelabuhan Xingang, Pelabuhan Dalian, dan Pelabihan Shanghai.

Ia merinci penurunan aktivitas impor paling besar terjadi di Pelabuhan Shanghai sebesar 72,37 persen. Diikuti Pelabuhan Dalian sebesar 67,77 persen, Pelabuhan Qingdao sebesar 61,83 persen, dan Pelabuhan Xingang sebesar 38,11 persen.

Sementara, aktivitas pengiriman barang ke Indonesia dari dua pelabuhan besar lainnya di China terlihat masih meningkat. Pelabuhan tersebut adalah Lianyungang dan Zhangjiagang yang masing-masing naik 60,54 persen dan 13,43 persen.

[Gambas:Video CNN]

(aud/bir)