Badan khusus dari Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) itu melaporkan 70 maskapai penerbangan membatalkan semua penerbangan dari dan ke China. Sedangkan, 50 maskapai lainnya memutuskan untuk mengurangi jam terbang mereka ke China.
ICAO memperkirakan pengurangan jam penerbangan itu akan memangkas hampir 20 juta penumpang pada kuartal pertama 2020 yang menyebabkan hilangnya potensi pendapatan.
"Sebelum wabah muncul, maskapai penerbangan berencana meningkatkan kapasitas hingga sembilan persen pada rute dari dan ke China pada kuartal pertama 2020" kata ICAO dikutip dari AFP, Jumat (14/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ICAO mengungkapkan Jepang menjadi salah satu negara yang paling terpukul dengan berkurangnya jumlah penumpang dari Negeri Tirai Bambu. Jepang berpotensi kehilangan pendapatan pariwisata sebesar US$1,29 miliar. Lalu, disusul oleh Thailand dengan potensi kerugian US$1,15 miliar.
Beberapa negara seperti Inggris, Jerman, AS, Jepang, termasuk Indonesia melarang warga negaranya untuk mengunjungi China sementara waktu. Larangan bertujuan menghindari penyebaran virus corona.
[Gambas:Video CNN]
(ulf/sfr)