Mengutip Antara, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman April naik 98 sen atau 1,74 persen menjadi US$57,32 per barel. Sementara, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret naik 63 sen atau 1,23 persen ke level US$52,05 per barel.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan tambahan jumlah kasus tidak berarti epidemi itu meluas. Namun, itu merupakan dampak keputusan pemerintah China memperbaharui tata cara perhitungan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Badan Energi Internasional (IEA) mengatakan wabah itu berpotensi menurunkan permintaan minyak kuartal I 2020. Menanggapi kondisi itu, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan produsen sekutu, yang dikenal sebagai OPEC+ mempertimbangkan untuk memperdalam pengurangan produksi.
"Kami menganggap aktivitas ekonomi China serta permintaan komoditas akan pulih mulai kuartal kedua 2020, " katanya Bank investasi UBS dalam sebuah catatan.
[Gambas:Video CNN]
(sfr/ulf/sfr)