Beberapa negara di kawasan Teluk Persia di antaranya Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Oman, Yemen, Kuwait, Qatar dan Bahrain.
"Pada posisi fiskal saat ini, kekayaan kawasan (Teluk) akan habis pada 2034," ujar IMF dalam studi "Masa Depan Minyak dan Keberlanjutan Fiskal" di kawasan, yang dikutip dari AFP, Jumat (7/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tercatat, utang GCC melonjak dari sekitar US$100 miliar pada 2014 ke hampir US$400 miliar pada 2018.
Laju ekonomi juga ikut terseret. IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi di kawasan Teluk cuma 0,7 persen pada 2019 atau merosot dari tahun sebelumnya 2 persen. Padahal, sebelum harga minyak anjlok, pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 4 persen.
[Gambas:Video CNN]
"Proyeksi ini berarti tantangan keberlanjutan fiskal yang signifikan untuk kawasan GCC," terang IMF.
Melihat risiko penurunan permintaan minyak, IMF menyarankan kawasan untuk mempercepat reformasi ekonomi yang lebih luas. Dengan demikian, kawasan bisa terhindar dari risiko utang yang membengkak dan beradaptasi terhadap kombinasi penurunan permintaan dan harga jangka panjang.