Potensi Penurunan Produksi Kerek Harga Minyak Dunia

CNN Indonesia | Selasa, 18/02/2020 06:50 WIB
Potensi Penurunan Produksi Kerek Harga Minyak Dunia Harga minyak dunia menguat menyusul potensi penurunan pasokan global. Ilustrasi. (iStock/bomboman).
Jakarta, CNN Indonesia -- Harga minyak mentah dunia menguat pada perdagangan Senin (17/2). Kenaikan harga minyak mentah ditopang potensi penurunan produksi.

Mengutip Antara, minyak mentah berjangka Brent naik tipis 27 sen menjadi US$57,58 per barel. Sementara, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) naik 23 sen ke level US$52,28 per barel.

Harapan pasar terhadap pemotongan produksi mampu menyeimbangi kekhawatiran terhadap penyebaran virus corona.


"Investor menyambut positif langkah-langkah stimulus dari bank sentral China. Stimulus diberikan sejalan dengan respons pasokan minyak dari OPEC+," kata broker minyak PVM Stephen Brennock.

Badan Energi Internasional (IEA) mengatakan wabah itu berpotensi menekan permintaan minyak kuartal I 2020 hingga 430 ribu barel per hari (bph). Jika ramalan itu benar, penurunan permintaan di kuartal I 2020 itu akan menjadi yang pertama sejak krisis keuangan di 2009.

Menjawab ancaman itu, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, termasuk Rusia menyetujui untuk mengurangi produksi minyak. Tujuannya, memperketat pasokan global dan menjaga harga minyak agar tak jatuh.

Kelompok yang dikenal sebagai OPEC+ itu, memiliki perjanjian untuk memangkas produksi minyak sebesar 1,7 juta bph hingga akhir Maret. Akibat Virus Corona, komite teknis merekomendasikan OPEC+ kembali mengurangi produksi sebanyak 600 ribu bph.

"Jika pasar berkonsolidasi saat ini, OPEC+ mungkin sedikit mempertimbangkan untuk mempercepat keputusan pemotongan produksi," kata ING dalam sebuah catatan.

[Gambas:Video CNN]


(ulf/sfr)