Imbas Virus Corona, Singapura Pangkas Proyeksi Laju Ekonomi

CNN Indonesia | Selasa, 18/02/2020 10:32 WIB
Imbas Virus Corona, Singapura Pangkas Proyeksi Laju Ekonomi Proyeksi pertumbuhan ekonomi Singapura merosot karena wabah virus corona. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Endro Priherdityo).
Jakarta, CNN Indonesia -- Singapura memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi menjadi kisaran -0,5 hingga 1,5 persen untuk tahun ini. Estimasi itu lebih buruk dibandingkan dengan proyeksi November lalu, di rentang 0,5 hingga 2,5 persen.

Pemerintah Singapura mengungkapkan lesunya pertumbuhan ekonomi merupakan dampak dari penyebaran wabah virus corona. Penyebaran virus sangat mempengaruhi sektor pariwisata dan  perdaganga mengingat China merupakan tujuan ekspor dan sumber utama turis mancanegara bagi Singapura.

Selain itu, konsumsi domestik juga semakin melandai. Masyarakat mulai mengurangi kebiasaan untuk berbelanja dan membeli makanan di luar rumah.


"Di Asia, wabah ini sangat mungkin mengurangi prospek pertumbuhan di China dan negara-negara terdampak lainnya untuk tahun ini," ungkap Kementerian Perdagangan Singapura, seperti dikutip dari AFP, Selasa (18/2).

Ekonom Perbankan Swasta Song Seng Wun juga mengatakan lesunya ekonomi China dan rantai pasokan global yang saling terintegrasi berpengaruh besar pada ekonomi negara yang berorientasi pada perdagangan, seperti Singapura.

Apabila terjadi krisis global, negara seperti Singapura akan cepat terdampak. Meski begitu, jika kondisi mulai membaik, ekonomi negara mereka juga akan cepat melesat.

Menteri Pembangunan Ekonomi Singapura Lawrence Wong mengungkapkan ekonomi Singapura memang sedang mengalami kontraksi yang tajam. Kondisi ini menurutnya akan berlangsung untuk beberapa kuartal mendatang. Untuk itu, pemerintah Singapura akan mengalokasikan anggaran yang cukup besar demi menanggulangi kemerosotan ekonomi dampak wabah virus corona.

[Gambas:Video CNN]

"Saya pikir dampaknya akan signifikan setidaknya dalam beberapa kuartal mendatang. Saya tidak bisa mengatakan apakah kami akan mengalami kemerosotan atau tidak, tapi yang pasti perekonomian kita akan terpukul," kata Wong.

Hingga Senin (17/2) kemarin, Singapura menjadi negara di luar China yang memiliki kasus terbanyak, yakni 75 kasus. Di China sendiri kasus virus corona telah mencapai 71.204 kasus. Adapun jumlah korban yang meninggal akibat virus corona di seluruh dunia telah mencapai angka 1.770.

(Ang/sfr)