Pemerintah Singapura mengungkapkan lesunya pertumbuhan ekonomi merupakan dampak dari penyebaran wabah virus corona. Penyebaran virus sangat mempengaruhi sektor pariwisata dan perdaganga mengingat China merupakan tujuan ekspor dan sumber utama turis mancanegara bagi Singapura.
Selain itu, konsumsi domestik juga semakin melandai. Masyarakat mulai mengurangi kebiasaan untuk berbelanja dan membeli makanan di luar rumah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri Pembangunan Ekonomi Singapura Lawrence Wong mengungkapkan ekonomi Singapura memang sedang mengalami kontraksi yang tajam. Kondisi ini menurutnya akan berlangsung untuk beberapa kuartal mendatang. Untuk itu, pemerintah Singapura akan mengalokasikan anggaran yang cukup besar demi menanggulangi kemerosotan ekonomi dampak wabah virus corona.
[Gambas:Video CNN]
"Saya pikir dampaknya akan signifikan setidaknya dalam beberapa kuartal mendatang. Saya tidak bisa mengatakan apakah kami akan mengalami kemerosotan atau tidak, tapi yang pasti perekonomian kita akan terpukul," kata Wong.
Hingga Senin (17/2) kemarin, Singapura menjadi negara di luar China yang memiliki kasus terbanyak, yakni 75 kasus. Di China sendiri kasus virus corona telah mencapai 71.204 kasus. Adapun jumlah korban yang meninggal akibat virus corona di seluruh dunia telah mencapai angka 1.770.