Langkah tersebut diambil karena laba perusahaan merosot 33 persen pada 2019 lalu. Dilansir dari CNN, Selasa (18/2), jumlah karyawan yang di-PHK sudah mencapai 15 persen dari target 35 ribu karyawan.
Pada Agustus lalu, HSBC juga memangkas 4.700 pekerjanya, yang sebagian besar merupakan pekerja senior.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rencana perombakan bisnis global juga termasuk mengurangi cabang perusahaan mereka, terutama di negara-negara yang tidak memberikan keuntungan, antara lain, Eropa dan AS.
Laba sebelum pajak HSBC di AS turun dari US$20 miliar pada 2018 menjadi US$ 13,3 miliar pada 2019. Akibat kerugian tersebut, HSBC mengatakan akan menutup sepertiga cabangnya di AS.
Kemudian, perusahaan akan lebih fokus pada pasar perbankan di negara-negara berkembang yang ada di Asia dan Timur Tengah. Quinn mengungkapkan pemberian pinjaman yang menguntungkan sebagian besar berasal dari Asia.
"Karena itu kami merombak rencana bisnis demi meningkatkan biaya ekuitas, menciptakan kapasitas untuk investasi di masa depan, dan membangun platform untuk pertumbuhan berkelanjutan," ungkap Quinn.
[Gambas:Video CNN]
(ang/bir)