Mandiri Khawatir Virus Corona Picu Kredit Macet

CNN Indonesia | Kamis, 20/02/2020 05:58 WIB
Mandiri Khawatir Virus Corona Picu Kredit Macet Bank Mandiri khawatir wabah Virus Corona picu kredit macet. (CNNIndonesia.com/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Royke Tumilaar khawatir Virus Corona akan memicu kenaikan kredit macet atau Non Performing Loan (NPL). Katanya, jika penyebaran wabah Virus Corona tak segera teratasi, kredit macet Bank Mandiri dapat merangkak naik sebesar 0,2 hingga 0,3 persen.

Meski belum mengkaji dampak Virus Corona secara menyeluruh, Royke juga mengatakan wabah tersebut juga berpotensi menyeret kinerja Bank Mandiri pada semester I 2020.

"Semester pertama pasti akan melambat, yakin dengan situasi corona ini pasti akan berdampak. Kalau (wabah Virus) Corona sampai 6 bulan, kredit macet ada kenaikan 0,2 persen sampai 0,3 persen," ungkapnya seusai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Bank Mandiri pada Rabu, (19/2).


Pada 2019, Bank Mandiri mencatatkan penurunan rasio kredit bermasalah (NPL) sebanyak 40 basis poin dari tahun sebelumnya di 2,79 persen menjadi 2,39 persen.

Sementara untuk penyaluran kredit, Bank Mandiri mencatatkan pencapaian sebesar Rp792,35 triliun dengan komposisi jumlah kredit macet sebesar Rp18,84 triliun.

Sebagai informasi, Virus Corona tengah mewabah di China dan beberapa negara di dunia. Sampai dengan Rabu (19/2) ini, virus tersebut sudah membunuh 2.005 orang.

Selain itu, virus juga sudah menginfeksi 75.121 orang lainnya. Royke menyebut penyebaran virus tersebut akan menimbulkan dampak besar ke ekonomi dalam negeri.

Dampak paling besar akan dirasakan sektor pariwisata dan penerbangan. Selain itu, virus juga akan berimbas pada industri, terutama yang bergantung pada bahan baku impor dari Negeri Tirai Bambu.

[Gambas:Video CNN]
"Industri akan kami lihat impor china seperti apa, bisa saja otomotif yang spare part-nya dari China ini produksinya berkurang," ucapnya.

Lebih lanjut, Royke menilai gejolak harga tak dapat dihindari dari masalah tersebut. Pasalnya, wabah membuat produk dan bahan baku yang tersedia di pasar kian terbatas.

Keterbatasan ini katanya juga akan berimbas pada menurunnya daya beli masyarakat. Namun, dia masih positif ke depannya kredit Bank Mandiri akan bertumbuh di kisaran 10 persen seiring perekonomian yang kembali berjalan normal.

(wel/agt)