Meski belum mengkaji dampak Virus Corona secara menyeluruh, Royke juga mengatakan wabah tersebut juga berpotensi menyeret kinerja Bank Mandiri pada semester I 2020.
"Semester pertama pasti akan melambat, yakin dengan situasi corona ini pasti akan berdampak. Kalau (wabah Virus) Corona sampai 6 bulan, kredit macet ada kenaikan 0,2 persen sampai 0,3 persen," ungkapnya seusai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Bank Mandiri pada Rabu, (19/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, virus juga sudah menginfeksi 75.121 orang lainnya. Royke menyebut penyebaran virus tersebut akan menimbulkan dampak besar ke ekonomi dalam negeri.
Dampak paling besar akan dirasakan sektor pariwisata dan penerbangan. Selain itu, virus juga akan berimbas pada industri, terutama yang bergantung pada bahan baku impor dari Negeri Tirai Bambu.
[Gambas:Video CNN]
"Industri akan kami lihat impor china seperti apa, bisa saja otomotif yang spare part-nya dari China ini produksinya berkurang," ucapnya.
Lebih lanjut, Royke menilai gejolak harga tak dapat dihindari dari masalah tersebut. Pasalnya, wabah membuat produk dan bahan baku yang tersedia di pasar kian terbatas.
Keterbatasan ini katanya juga akan berimbas pada menurunnya daya beli masyarakat. Namun, dia masih positif ke depannya kredit Bank Mandiri akan bertumbuh di kisaran 10 persen seiring perekonomian yang kembali berjalan normal.
(wel/agt)