Bahlil Lahadalia: Investasi Terhambat Arogansi Antar Lembaga

CNN Indonesia | Kamis, 20/02/2020 14:05 WIB
BKPM menyebut salah satu faktor investasi Rp708 triliun mangkrak masuk ke RI karena arogansi sektoral antar lembaga. BKPM menyebut salah satu faktor investasi Rp708 triliun mangkrak masuk ke RI karena arogansi sektoral antar lembaga. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengaku hambatan investasi selama ini dikarenakan arogansi sektoral antar Kementerian/Lembaga (K/L). Arogansi K/L itu pula yang membuat rencana investasi Rp708 triliun mangkrak ke Indonesia.

"Jujur, ada arogansi sektoral antar Kementerian dan Lembaga," ujarnya di sela-sela Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Investasi 2020 di Jakarta, Kamis (20/2).

Arogansi tersebut tercermin dari lamanya proses teknis dalam perizinan investasi di kabupaten/kota, seperti kesamaan wewenang antara pihak pemegang cap surat, termasuk bupati.


"Kadang-kadang suratnya sudah diteken, cap surat nya belum datang, staf pegang cap surat. Jadi, kewenangan pemegang cap surat dengan bupati yang teken surat kadang-kadang jadi sama, ini problemnya," jelasnya.

Masalah selanjutnya adalah kendala di lapangan dalam penyelesaian investasi. Ia bilang terdapat 'hantu-hantu berdasi' atau pun 'hantu tidak berdasi' yang tak dapat diatur dengan regulasi pemerintah dan kerap mengganggu jalannya investasi.

Bahlil juga menyatakan bahwa pemerintah di kabupaten/kota sendiri sebetulnya sangat familiar dengan 'hantu-hantu berdasi' tersebut karena kerap menemui permasalahan itu.

"Mereka (hantu berdasi dan tidak berdasi) ini seperti dapat dirasakan, tapi tidak bisa dipegang, seperti angin. Yang bisa tahu cuma bupati, walikota dan gubernur. pasti mereka akan ketawa dalam batinnya karena tahu betul mereka ini siapa," ungkapnya.

Dengan demikian, Bahlil pun mengaku pihaknya kewalahan dalam mencapai target investasi yang dipatok pemerintah sebesar Rp886 triliun pada 2020. Akan tetapi, ia menyebut tetap berusaha untuk menanggulangi permasalahan-permasalahan yang ada, sehingga dapat mencapai target investasi.

"Kemarin kami sudah rapat dengan bapak Presiden (Jokowi), dengan DPMPTSP (Kepala Dinas Pemberi Izin) seluruh Indonesia. Insyaallah, kami bisa selesaikan tanggung jawab yang dibebankan itu," terang dia.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani sempat mengingatkan Bahlil soal target investasi 2019 yang gagal tercapai.

Diketahui, sepanjang 2019, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang merupakan indikator pertumbuhan investasi hanya tumbuh 4,45 persen. Angka itu jauh lebih rendah dari realisasi 2018 sebesar 6,64 persen.

"Pertumbuhan investasi, yang mana pak Bahlil harus bekerja keras, sangat rendah. Di kuartal IV 2019 investasi hanya tumbuh 4,06 persen. Angka ini jauh lebih rendah dari ekspektasi kami, di mana investasi diharapkan tumbuh di atas 6 persen," katanya.

[Gambas:Video CNN]

(ara/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK