Jokowi Rilis Stimulus Ekonomi Atasi Efek Virus Corona Besok

CNN Indonesia | Senin, 24/02/2020 20:07 WIB
Paket stimulus ekonomi yang dikeluarkan untuk meredam dampak virus corona difinalkan malam ini. Besok pemerintah mengumumkan paket stimulus ekonomi untuk meredam dampak virus corona. (CNN Indonesia/Yuliyanna Fauzie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan besok pemerintah akan mengumumkan paket stimulus pendongkrak perekonomian. Pengumuman rencananya disampaikan usai sidang kabinet dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Ia menyebut finalisasi paket stimulus akan dilakukan malam ini. Ia tak menyebut secara rinci isi paket tersebut.

Ia hanya menyebut paket ekonomi akan menyasar sektor yang paling terdampak wabah Virus Corona, yaitu, pariwisata dan industri turunannya seperti perhotelan, penerbangan, dan restoran.


"Kami fokuskan paket-paket (stimulus) pada daerah yang terdampak langsung seperti pariwisata," jelasnya pada Senin, (24/2).

Mencontoh negara lainnya, Srimul menyebut Indonesia akan menyiapkan kebijakan dalam menghadapi perlambatan ekonomi. Skenario dalam menghadapi pelemahan yang serius pun akan disiapkan mengingat ketidakpastian batas waktu penyelesaian virus corona.

Menteri dua periode Jokowi itu mengungkap dikeluarkannya stimulus adalah untuk menyelamatkan pertumbuhan ekonomi setelah kuartal I 2020 yang diperkirakannya akan 'terinfeksi' cukup dalam oleh virus corona.

"Kami laporkan ke Pak Presiden bahwa perekonomian dunia sangat terpengaruh oleh Virus Corona. Kuartal I (2020) ini dampaknya sangat besar terutama di traffic tourism (lalu lintas pariwisata)," ujarnya.

[Gambas:Video CNN]
Sebelumnya, Sri Mulyani menyatakan pemerintah akan memberikan diskon tiket pesawat sebesar 30 persen dalam rangka merangsang industri pariwisata yang terpukul wabah virus corona.

Srimul menyebut perusahaan BUMN terkait seperti PT Pertamina (PErsero) dan Angkasa Pura I dan II juga turut memberikan insentif.

"Kami sedang berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan, Menteri Perhubungan, dan Menteri BUMN. Tujuannya untuk menjaga momentum gairah wisatawan dalam dan luar negeri. Mengenai perhitungan masih akan difinalisasi, antara lain diskon 30 persen," katanya di Istana Presiden, Senin lalu (17/2).

(wel/agt)